Marak Malpraktik, Kios Obat Kuat Diawasi

Kompas.com - 08/06/2012, 02:58 WIB
|
EditorTri Wahono

UNGARAN, KOMPAS.com - Rendahnya pengawasan terhadap bisnis obat kuat, salon kecantikan, dan balai pengobatan yang marak di Kabupaten Semarang mengakibatkan banyak terjadi malpraktik.

Terakhir diungkap oleh pihak kepolisian adalah kasus malpraktik dokter gadungan di sebuah salon kecantikan di kawasan wisata Bandungan.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Semarang segera menerbitkan peraturan daerah (perda) yang mengatur pelayanan kesehatan yang saat ini masih digodok oleh DPRD Kabupaten Semarang.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) III, Pelayanan Kesehatan, DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto, Kamis (7/6/2012) mengatakan, pengesahan perda pelayanan kesehatan tinggal menunggu pengesahan rapat paripurna.

"Dalam perda itu nanti diatur tentang syarat dan perizinan usaha layanan kesehatan seperti penjualan obat kuat, salon kecantikan, dan balai pengobatan. Pembahasannya sudah selesai, tinggal menunggu paripurna," ungkap said.

Menurut Said, penerbitan perda layanan kesehatan tersebut semata-mata untuk melindungi masyarakat terhadap pelanggaran praktek medis dan antisipasi klaim bila terjadi masalah.

Sementara itu Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Semarang, Ngakan, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah salon kecantikan, rumah bersalin, balai pengobatan, serta kios obat.

Dengan data tersebut diharapkan akan lebih memudahkan pihaknya melakukan pengawasan di lapangan.

"Kita sangat khawatir dengan maraknya obat-obatan impor yang beredar luas di masyarakat, baik itu di kios-kios obat maupun salon kecantikan. Untuk itu kita harus mengawasi penjualannya," kata Ngakan.

Pengawasan terhadap salon dan tempat praktik medis ke depan, lanjut Ngakan, akan melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Satpol PP, Disperindag, dan Dinas Pariwisata.

Sejauh ini, tambahnya, sosialisasi mengenai aturan dan pengawasan bisnis penjualan obat-obatan dan jasa kesehatan baru sebatas di lingkungan jajaran dinas kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.