Kompas.com - 30/07/2012, 09:32 WIB
|
EditorHeru Margianto

SITUBONDO, KOMPAS.com - Puskesmas Kendit, Situbondo, Jawa Timur, memberikan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS dan membentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khusus bagi para waria yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Kendit. Itu dilakukan untuk mengatasi dan menanggulangi penyebaran virus mematikan tersebut.

Sejauh ini, sedikitnya 15 waria mengikuti pembinaan dan pendekatan keagamaan tentang bahaya HIV/AIDS, yang diberikan petugas Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA), yakni Konselor HIV/AIDS Heryawan, SKM dan Kepala Puskesmas Kendit, drg. Sugiyono serta Herlambang sebagai Programmer HIV/AIDS Puskesmas Kendit.

Pembentukan Posyandu bagi waria berdasarkan fakta bahwa penyebaran HIV/AIDS meningkat di Kendit setiap tahunnya. Komunitas waria dinilai sebagai komunitas berisiko terhadap penularan penyakit ini.

"Selain itu juga sebagian besar para waria ini belum mengetahui dan memahami secara benar tentang bahaya penyebaran penyakit HIV/AIDS. Sehingga diharapkan nantinya dengan adanya pembentukan Posyandu Waria ini, dapat menjadi wadah pertukaran informasi dan media penanggulangan penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS) terutama HIV/AIDS khususnya di kalangan para waria di Kecamatan Kendit, " ujar drg Sugiyono, Minggu (29/7/2012).

Selain penyuluhan, juga dilakukan pengambilan sampel darah para waria untuk kemudian dilanjutkan pemeriksaan Laboratorium di Puskesmas Panarukan dengan menggunakan metode Rapid Tes. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan para waria, terlebih apakah sudah terinfeksi virus atau tidak.

"Terbentuknya Posyandu waria diharapkan membuat para waria berperan sebagai kader kesehatan yang dapat memberikan informasi, penyuluhan atau pengarahan tentang penyakit HIV/AIDS kepada komunitas mereka sendiri dan dapat merekrut para waria di luar wilayah Kecamatan Kendit untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Waria ini," imbuh Sugiyono.

Kesejahteraan para waria juga dipikirkan oleh KPA dan Dinas Kesehatan. Caranya dengan menggandeng Dinas Sosial dan Dinas UKM. "Mereka diberi pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi. Siapa tahu mereka bisa mencari pekerjaan lain," kata Heryawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.