Kompas.com - 19/10/2012, 09:24 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Sebagai pecinta teh hijau, Anda boleh berbangga. Minuman yang identik dengan kesehatan ini ternyata bisa memperlambat perkembangan kanker prostat jika dikonsumsi enam cangkir setiap hari.

Temuan tersebut didapatkan dari riset yang menunjukkan pasien prostat yang dijadwalkan akan dioperasi pengangkatan prostat atau prostatektomi, mengalami penurunan inflamasi bila mereka banyak minum teh hijau seminggu sebelum operasi. Penurunan inflamasi tersebut akan menghambat perkembangan tumor.

Hasil penelitian tersebut akan dipresentasikan dalam pertemuan American Association for Cancer Research di California.

Kandungan polifenol dalam teh hijau diketahui memiliki efek melawan kanker prostat. Penelitian sebelumnya di Italia menunjukkan konsumsi ekstrak teh hijau akan menurunkan risiko prakanker menjadi kanker.

Penelitian lain juga menuinjukkan bahwa flavonoid yang ditemukan di buah dan sayuran akan mengurangi risiko kanker prostat yang agresif.

Dalam penelitian terbaru ini, para peneliti berusaha menemukan potensi teh hijau sebagai antikanker dengan memfokuskan pada 67 pasien kanker prostat. Seluruhnya akan dioperasi dalam periode satu minggu ke depan. Separuh responden diberikan enam cangkir teh hijau dan sisanya hanya mengasup air.

Hasil analisa dari contoh darah dan urin serta contoh jaringan yang diambil saat operasi menunjukkan, kelompok yang diberi teh hijau secara signifikan memiliki level inflamasi lebih rendah dan juga nilai PSA dan kerusakan DNA. Tetapi antara kedua kelompok itu tidak ditemukan perbedaan pertumbuhan sel kanker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya beberapa jenis makanan juga punya efek proteksi kanker yang sama. Misalnya saja likopen dan asam lemak omega-3. Karena itu bagi pasien kanker disarankan untuk mengubah pola makannya, misalnya lebih banyak makan buah dan sayur serta minum teh hijau," kata Susanne Henning, ahli gizi dan peneliti.

Untuk mendapatkan efek perlindungan kanker, menurutnya diperlukan konsumsi teh hijau lebih banyak.

"Pasien dalam penelitian ini minum 6 cangkir teh hijau setiap hari karena polifenol teh hijau disekresi dengan cepat," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.