Kompas.com - 26/10/2012, 09:16 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Jumlah anak obestias secara global terus meningkat. Berat badan berlebih pada masa kanak-kanak diketahui menyebabkan penurunan kadar testosteron sehingga mereka beresiko mengalami impotensi dan infertil di usia dewasa.

Obesitas terjadi karena faktor genetik dan lingkungan. Ketidaktahuan orangtua akan berat badan yang ideal atau takut anaknya terlihat kurus juga menyebabkan mereka memberikan makanan cukup banyak sehingga anak kelebihan kalori. Bila aktivitas fisik anak kurang, kelebihan kalori itu bakal disimpan menjadi lemak.

Dalam sebuah penelitian berskala kecil yang membandingkan 25 anak laki-laki obesitas dengan 25 anak dengan bobot ideal, peneliti menemukan penurunan kadar testosteron 50 persen pada anak obesitas.
Testosteron adalah hormon yang diproduksi di testikel dan sering disebut sebagai hormon pria.

Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Buffalo di New York itu melibatkan total 50 anak laki-laki berusia 14-20 tahun.

"Kami cukup terkejut dengan penurunan level testosteron sampai 50 persen pada anak-anak itu karena mereka masih muda dan tidak diabetes," kata ketua peneliti Dr.Paresh Dandona.

Implikasi dari penurunan level testosteron itu cukup mengerikan karena anak-anak itu berpotensi menjadi impoten dan kurang subur.

Para peneliti juga menegaskan bahwa kadar testosteron yang rendah berkaitan erat dengan tingginya kadar lemak perut dan penurunan otot yang bisa memicu resistensi insulin dan diabetes.

"Hasil riset ini menunjukkan bahwa efek obesitas sangat kuat, bahkan pada anak-anak. Gaya hidup dan asupan nutrisi sejak anak-anak berpengaruh jangka panjang pada setiap tahapan hidup,"kata Dandona.

Kabar baiknya, kadar testosteron bisa kembali normal pada mereka yang menurunkan berat badannya melalui perubahan gaya hidup.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

9 Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh

Health
Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt

Penyakit
Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Kenapa Pria Lebih Sering Ngorok Dibanding Wanita?

Health
Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.