Kompas.com - 11/11/2012, 14:12 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemakaian zat pewarna kimia, boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya yang banyak ditemukan pada jajanan atau makanan-makanan di sekolah-sekolah. Pengetahuan siswa, pihak sekolah dan orang tua murid sangat dibutuhkan sebagai langkah preventif pencegahan.

Demikian diungkapkan Nining Restu Kurnianingsih, Apt, M.Si dari Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM RI pada acara sosialisasi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK), di SMP 2 Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat, (9/11/2012) kemarin. Nining mengatakan, hampir 40 persen zat-zat berbahaya tersebut terkandung pada jajanan sekolah.

"Pemakaian zat pewarna paling banyak, seperti di saos, sementara boraks ditemukan pada jajanan seperti bakso yang biasanya digunakan sebagai pengenyal makanan ini," kata Nining.

Nining mengatakan, pihaknya dalam beberapa tahun terakhir ini gencar melakukan penyuluhan untuk pembuatan makanan yang sehat tanpa bahan-bahan berbahaya, terutama ke sekolah-sekolah dasar dan menengah. Hal ini dilakukan sekaligus sebagai langkah pengawasan terhadap industri makanan, terutama produk rumahan, untuk membuat produk dengan bahan yang baik dan benar.
 
"Bahkan pada sosialisasi ini kami tidak hanya fokus ke guru dan siswa, orang tua juga kami undang ke sekolah. Termasuk penjaga kantin, yang kami ajak duduk bersama mengikuti penyuluhan ini," ujarnya.

Selain penyuluhan, Nining melanjutkan, pihaknya juga mendatangkan satu unit mobil penyuluhan keliling untuk mengambil sampel jajanan dan meneliti kandungannya secara langsung di tempat. Dengan begitu, baik siswa, guru, orang tua murid dan pemilik kantin sekolah bisa memperoleh pengetahuan secara gamblang tentang kandungan zat-zat berbahaya di sekitar mereka.

"Belum tentu juga pemilik kantin itu salah, karena bisa jadi mereka membelinya di pasar tanpa bekal pengetahuan yang baik," kata Nining.

Dari sosialisasi tersebut Nining menyimpulkan, bahwa bukan perkara mudah menghimbau dan mengajak masyarakat, terutama para pembuat makanan dan jajanan anak, untuk tidak membuat produknya dengan menggunakan bahan-bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan zat pewarna tekstil. Karena itulah, tanpa pengetahuan yang baik, pada usia produktif saat ini para siswa mudah mengalami beberapa masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.