Kompas.com - 24/11/2012, 12:42 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 9 juta orang akan meninggal dunia akibat kanker di tahun 2015. Sementara itu di kawasan ASEAN sebanyak 50.000 kematian disebabkan oleh kanker.

Untuk mengontrol penyakit dan meningkatkan usia harapan hidup pasien, kemoterapi merupakan terapi kanker yang paling diandalkan, selain juga pembedahan dan radioterapi.

Kemoterapi merupakan terapi medis menggunakan obat-obatan antikanker untuk membunuh sel kanker secara sistemik sehingga sel kanker tidak membelah diri dan menyebar.

Meski tujuan terapi tersebut postifi, namun kemoterapi bisa menimbulkan efek samping negatif, meski hanya sementara. Antara lain rambut rontok, mual dan muntah, lelah, sampai menurunnya sistem kekebalan tubuh. Hal itu karena kemoterapi juga membunuh sel-sel yang sehat selain sel kankernya.

Pola makan yang sehat sangat berpengaruh untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh pasien sehingga bisa mencapai target terapi yang diinginkan. Asupan nutrisi yang buruk akan menyebabkan malnutrisi dan meningkatkan toksisitas terapi.

Pasien kanker membutuhkan cukup energi yang bersumber dari karbohidrat dan protein tinggi. Meski nafsu makan mungkin berkurang selama proses terapi, pasien disarankan mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit tetapi sering.

Pasien yang mengalami penurunan kekebalan tubuh juga sebaiknya berhati-hati mengonsumsi produk susu yang tidak disteril, ikan mentah dan daging, serta makanan yang tidak dimasak matang.

Nutrisi terjaga

Dalam penelitian yang dilakukan Zubaidah Irawati, peneliti utama dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) BATAN, dibuktikan pangan olahan siap saji yang steril dengan komposisi nutrisi yang lengkap bisa diberikan untuk pasien dengan imunitas tubuh rendah seperti pasien kanker, HIV atau hepatitis C.

"Berbagai jenis pangan olahan siap saji berbasis resep tradisional yang disterilkan dengan iradiasi dapat dipersiapkan sesuai selera pasien tanpa mengabaikan angka kecukupan gizi, sehingga pasien akan  lebih  leluasa dan  nyaman  di dalam memilih menu  yang disajikan," tulisnya dalam makalah penelitian yang sudah dipublikasikan.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.