Kompas.com - 06/02/2013, 14:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Insulin dan penyakit diabetes adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Meski sudah dipakai dalam terapi pengobatan diabetes selama berpuluh tahun, sebuah studi terbaru mengindikasikan obat ini bisa menyebabkan komplikasi serius.

Komplikasi yang bisa timbul dari penggunaan insulin antara lain serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, dan komplikasi mata. Namun, komplikasi itu terutama ditemukan pada pasien lanjut usia.

Insulin merupakan obat utama untuk penderita diabetes tipe satu karena pankreas mereka tidak bisa menghasilkan hormon ini. Sementara pada diabetes melitus insulin diberikan untuk meningkatkan produksi insulin atau meningkatkan kepekaan terhadap insulin.

Tim peneliti dari Cardiff University School of Medicine, Inggris, melakukan penelitian menggunakan data UK Clinical practice Research Datalink, database dari populasi 10 persen pasien diabetes di Inggris.

Efek samping insulin itu terutama ditemukan pada kelompok yang memakai insulin antara tahun 1999 dan 2011.

Hasil penelitian ini mengejutkan karena jumlah orang yang terdiagnosis diabetes melitus dan harus mendapatkan insulin terus meningkat.

"Terapi insulin adalah terapi untuk menurunkan gula darah yang sudah dipakai sejak lama oleh pasien diabetes tipe dua," kata Craig Currie, ketua peneliti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penelitian lain yang dilakukan di Kanada juga mengindikasikan bahwa orang yang mendapatkan insulin beresiko tiga kali lipat mengalami kematian dalam periode studi.

Meski begitu, Currie menegaskan bahwa pasien diabetes yang sekarang mendapatkan insulin tidak menghentikan pengobatan mereka. "Harus diketahui risiko komplikasi insulin ini terlihat pada pasien berusia lanjut dan kegemukan," katanya.

Keputusan mengenai terapi yang harus diambil tiap pasien bergantung pada dokter dan riwayat kesehatan yang dimiliki.

"Kebanyakan pasien tidak mengalami efek samping berbahaya. Terapi insulin juga sudah dibuktikan aman dan dipakai di seluruh dunia," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.