Kompas.com - 14/02/2013, 07:17 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Lembaga berwenang di Inggris menyatakan virus misterius yang terkait dengan SARS mungkin sudah menyebar antarmanusia. Virus Coronavirus baru itu telah dikonfirmasi menyebabkan 11 kasus di seluruh dunia.

Virus baru itu pertama dikenali tahun lalu di Timur Tengah dan sejak itu 10 orang telah terinfeksi. Mereka semua pernah bepergian ke Qatar, Arab Saudi, Jordania, atau Pakistan. Para pasien mengatakan, mereka mungkin tertular dari anggota keluarga.

Menurut Britain's Health Protection Agency, pasien terakhir yang tercatat adalah penduduk Inggris yang tak pernah bepergian ke negara-negara itu, tetapi melakukan kontak personal dengan pasien pada kasus awal.

Pasien tersebut berisiko tinggi terkena infeksi karena kondisi medis tertentu dan saat ini dirawat intensif di rumah sakit di Birmingham, Inggris.

"Meski kasus ini menunjukkan bukti kuat adanya penularan antarmanusia, risiko infeksi secara umum masih dalam kategori sangat rendah," kata Jon Watson, kepala departemen kesehatan pernapasan di Health Protection Agency.

Watson menambahkan, bila Coronavirus mudah menular, tentu kasusnya akan lebih besar.

Saat ini, enam staf rumah sakit tempat pasien dirawat dimonitor secara ketat untuk mendeteksi infeksi. Sejauh ini mereka tidak menunjukkan gejala sakit. Pasien virus baru itu sendiri mendapat ruang isolasi dan tidak boleh kontak dengan pasien lain.

Virus Coronavirus yang baru ini adalah bagian dari keluarga virus yang menyebabkan flu salesma dan SARS. Pada tahun 2003, terjadi wabah global SARS yang membunuh 800 orang di seluruh dunia.

Pejabat di WHO mengatakan, virus baru tersebut mungkin sudah menular antarmanusia. Di Arab Saudi, tahun lalu, empat anggota keluarga menderita sakit dan dua orang meninggal. Sementara itu, dalam sekelompok belasan orang di Jordania, virus itu menyebar di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit.

"Kita tahu bahwa sebagian besar kasus ada kontak fisik antaranggota keluarga yang merawat sehingga kita tak bisa mengesampingkan penularan antarmanusia," kata Gregory Hartl, juru bicara WHO.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.