Kompas.com - 09/03/2013, 11:29 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com  Kanker lambung merupakan salah satu jenis kanker yang selama ini sulit didiagonosis secara efektif. Namun, sebuah studi baru menunjukkan, bau mulut dapat menjadi salah satu indikator dari penyakit ini. Dalam studi yang dimuat dalam British Journal of Cancer mengungkapkan, bau mulut menunjukkan akurasi mencapai 90 persen dalam mengindikasikan kanker lambung pada 130 pasien dan menentukan sudah seberapa jauh perkembangan kanker tersebut.

Tes napas dilakukan dengan sebuah sensor nanomaterial untuk menganalisis zat kimia yang dikeluarkan dari napas. Zat kimia unik yang menyebabkan bau mulut mengindikasikan adanya perkembangan dari kanker lambung. Sejauh ini, metode ini adalah metode yang paling sederhana, tetapi akurat. Jika disetujui untuk dipergunakan secara luas, metode ini akan menjadi sebuah langkah besar bagi dunia kedokteran karena dapat mendeteksi kanker lambung dengan lebih akurat sedari dini.

Tes napas ditemukan oleh tim yang diketuai Dr Hossam Haick dari Technion-Israel Institute of Technology dengan sensor yang mengandung nanomaterial mikroskopik untuk menemukan partikel biomarker dari udara yang keluarkan dari napas. Metode tes napas ini disebut discriminant factor analysis (DFA) pattern recognition atau pengenalan pola analisis faktor diskriminan. Deteksi pola zat kimia dari napas dapat membedakan bau napas yang disebabkan oleh makanan yang baru saja dimakan ataupun dari konsumsi tembakau.

"Studi awal ini menyiratkan bahwa tes napas dapat menjadi alternatif untuk mendiagnosis kanker lambung, menggantikan endoskopi yang mahal dan butuh waktu lama," kata Haick.

Selama ini, kanker lambung biasanya baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut sehingga terlambat untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Hal ini disebabkan gejala awal dari kanker jenis ini hampir mirip dengan gejala sakit pencernaan lainnya, misalnya sakit perut atau mulas. "Hanya satu dari lima orang (penderita kanker lambung) yang dapat melakukan operasi sebagai bagian dari pengobatan. Sisanya biasanya sudah terlambat," ujar Kate Law, direktur penelitian klinis di Cancer Research.

Studi ini terus dikembangkan untuk memastikan validitasnya guna dapat digunakan secara luas. "Tes yang dapat membantu untuk mendiagnosis dini kanker lambung akan membuat harapan hidup pasien lebih besar," ujar Law.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.