Kompas.com - 13/04/2013, 07:20 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Kontrasepsi masih dianggap urusan wanita, padahal pria pun harusnya peduli pada penggunaan kontrasepsi. Kepedulian dan dukungan pria terhadap kontrasepsi akan memperkecil kemungkinan kehamilan tak terencana yang dapat meningkatkan risiko angka kematian ibu.

Sekretaris Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Yetty Irawan mengatakan, salah satu faktor risiko dari kematian ibu saat atau setelah proses melahirkan yaitu persiapan kehamilan yang tidak baik. Kondisi tersebut kebanyakan karena kehamilan yang tak direncakan.

"Dengan kontrasepsi, maka kehamilan tak terencana dapat dicegah," ungkapnya dalam konferensi pers Kongres I AIPKIND: Peningkatan Kompetensi Bidan untuk Mengatasi Diparitas Status Kesehatan Masyarakat di Jakarta, Jumat (12/4/2013).

Sayangnya, jumlah pemakaian kontrasepsi masih rendah di kalangan pria. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2012 mengatakan, ada 34,3 juta peserta KB aktif wanita, dan 1,4 juta peserta KB aktif pria.

"Laki-laki juga perperan dalam kesuksesan mencegah kehamilan tak terencana. Maka diharapkan laki-laki juga mau melakukan kontrasepsi," imbuh Yetty.

Kurangnya kepedulian pria untuk melakukan kontrasepsi disebabkan karena belum cukupnya informasi seputar kontrasepsi pria. Menurut Yetty, di sinilah peran bidan dibutuhkan. "Sebagai pemberi layanan medis, bidan juga perlu memberikan informasi kesehatan, termasuk kontrasepsi pria," tuturnya.

"Diskusi antara bidan dengan pasangan suami-istri akan dapat menentukan jenis kontrasepsi apa yang paling tepat untuk pasangan. Karena setiap pasangan memiliki kecocokan alat kontrasepsi yang berbeda," papar Yetty.

Adapun jenis alat kontrasepsi untuk wanita antara lain pil KB, suntikan, intrauterin device (IUD), implan, dan tubektomi. Sedangkan untuk pria yaitu kondom dan vesektomi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.