Kompas.com - 17/04/2013, 09:32 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Sebagian besar dari Anda mungkin baru akan berhenti menguyah makanan akan bila perut sudah merasa kenyang. Sensasi kenyang akan tiba apabila nafsu makan mulai menurun karena banyaknya asupan yang masuk ke dalam perut. Ukuran porsi makanan setiap orang tentu berbeda untuk bisa merasa kenyang, sehingga tak heran bila ada yang bisa kenyang dengan sedikit makanan atau bahkan sebaliknya.    

Kenyang merupakan perasaan puas atau penuh pada perut setelah makan. Kondisi psikologis dan pengaruh sosial juga berpengaruh kuat pada apa, kapan, dan berapa banyak yang Anda makan. Kebosanan, stress, dan kesedihan juga dapat mempengaruhi nafsu makan. Lalu apakah kenyang itu selalu membuat Anda gemuk?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya Anda meahami dahulu penjelasan berikut ini.

Benarkah Anda Lapar?

Rasa lapar disebabkan oleh tiga hal yaitu, menurunnya gula darah tersimpan, lambung yang kosong, dan aroma makanan. Otak membutuhkan 20 menit untuk menerima pesan tentang apa yang terjadi di perut (lapar dan kenyang).

Nah, untuk mengetahui apakah Anda benar-benar merasa lapar sebaiknya Anda minum beberapa gelas air sebelum mulai makan, karena tubuh yang dehidrasi juga bisa memicu rasa lapar. Cara ini akan menghindarkan Anda dari makan membabi buta dan rakus.

Satu hal lain yang tak kalah penting, Anda juga perlu mengenal beberapa jenis makanan yang membuat Anda bisa kenyang lebih lama. Sehingga, Anda dapat terhindar dari risiko kegemukan akibat mengasup lebih banyak menumpuk kalori atau menimbun lemak. 

Berikut  ini 4 nutrisi penting yang bisa membantu Anda kenyang lebih lama :

1. Protein
Protein ternyata lebih mengenyangkan daripada karbohidrat maupun lemak. Masukkan protein pada setiap menu makanan Anda seperti telur, baik telur rebus atau omelet saat sarapan, ikan, susu dan yoghurt.

2. Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks memiliki kadar gula yang stabil karena mengandung molekul gula yang kompleks dan tidak dicerna secara cepat. Hal ini membuat tubuh memiliki energi dalam jangka waktu lebih lama karena kadar gula dalam darah tidak melonjak ataupun menurun secara drastis.

Karbohidrat kompleks juga memberikan stimulus serotonin pada tubuh, yakni senyawa yang mengendalikan emosi dan juga nafsu makan.

Halaman:

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.