Kompas.com - 07/05/2013, 14:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Seringkali saat kita sedang dalam program penurunan berat badan dengan membatasi asupan makanan, kita justru merasa lebih bernafsu saat melihat makanan-makanan yang tidak sehat. Ternyata fenomena ini lazim dialami oleh mereka yang sedang membatasi kalorinya secara ketat.

Penelitian dari Oregon Research Institute (ORI) menemukan bahwa membatasi jumlah kalori yang dimakan malah akan membuat napsu makan bertambah, terutama untuk makanan yang tidak sehat. Semakin lama Anda membatasi makan, semakin banyak makanan yang Anda makan setelahnya.

Peneliti senior dari ORI Dr. Eric Stice mengatakan, hasil ini unik karena yang pertama menunjukkan pembatasan kalori memiliki dampak pada area otak tertentu sehingga lebih tergoda pada makanan enak.

Stice dan timnya menelaah dua grup remaja yang melakukan diet. Remaja-remaja tersebut mengaku membatasi jumlah konsumsi kalori mereka.

Para peneliti menggunakan paradigma pencitraan otak untuk memonitor aktivitas yang terjadi di dalam otak. Tiga puluh empat peserta yang berada pada grup pertama ditunjukkan beberapa gambar makanan. Hasilnya terdapat lonjakan aktivitas yang nyata pada otak mereka saat diperlihatkan gambar makanan yang enak dibandingkan dengan makanan yang kurang enak.

Sementara itu, grup kedua yang terdiri dari 51 peserta diberikan perlakuan yang sama. Bedanya mereka diberikan kebebasan untuk mengonsumsi milkshake coklat atau cairan tanpa rasa. Hasilnya setelah tiga sampai 22 jam setelahnya, mereka yang meminum milkshake lebih tidak menunjukkan lonjakan di otaknya ketika melihat gambar makanan enak.

"Implikasi dari studi ini sangat jelas, yaitu jika orang ingin mengurangi kelebihan berat badan, akan lebih efektif jika mereka tetap makan makanan yang sehat, rendah lemak dan gula. Bukannya malah tidak makan apapun," ujar Stice.

Studi sebelumnya menunjukkan melewatkan waktu makan dan membatasi asupan kalori dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Membatasi kalori artinya membatasi nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam melanjutkan gaya hidup sehat.

Melewatkan makan dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang parah, sehingga saat makan selanjutnya, peningkatan gula darah terjadi dengan tiba-tiba. Hal ini berakibat buruk pada kesehatan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.