Kompas.com - 03/06/2013, 14:39 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com — Duduk lama dalam perjalanan jauh bisa menimbulkan pembekuan darah dalam kaki. Tidak beraktivitas, misalnya pada pasien yang tidak bisa bergerak, juga bisa meningkatkan kondisi yang disebut juga dengan deep vein thrombosis (DVT) ini.

Sebagian bekuan darah pada vena dalam bisa terlepas dan ikut aliran darah ke atas lalu bersarang pada pembuluh darah dalam paru. Hal ini bisa beraktibat fatal.

Kini ada cara sederhana untuk mencegah DVT, yakni dengan kompres kaki yang bisa ditiup. Alat tersebut secara teratur akan meremas kaki supaya aliran darah tetap lancar dan mencegah terbentuknya pembekuan darah.

Dalam sebuah percobaan terhadap 2.876 pasien diketahui alat kompres tersebut cukup efektif mencegah DVT. Asosiasi Stroke Inggris menyebutkan hasil ini sangat memuaskan dan berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa.

Selain kompres kaki, sebelumnya sudah lebih dikenal stoking kompresi. Namun, ternyata stoking tersebut kurang efektif mencegah terjadinya bekuan darah. Demikian juga halnya dengan obat antipembengkakan.

Adapun alat kompresi kaki ukurannya sesuai dengan kaki dan terisi udara setiap menit. Alat tersebut mengompresi kaki dan mendorong aliran darah kembali ke jantung. Alat ini bisa dipakai selama sebulan atau sampai pasien pulih dan bisa bergerak kembali.

Dalam penelitian, sebanyak 8,5 persen pasien yang menggunakan alat kompresi ini mengalami pembekuan darah. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding pasien yang diterapi secara konvensional dan sebanyak 12,1 persen mengalami DVT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setidaknya kita memiliki alat yang sederhana, aman, dan terjangkau untuk mengurangi risiko DVT bahkan alat ini mungkin akan mencegah risiko kematian pascastroke," kata Prof Martin Dennis dari Universitas Edinburgh.

Kelak alat ini juga akan diuji coba pada pasien penyakit lain yang tidak bisa bergerak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.