Kompas.com - 04/06/2013, 07:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Jumlah penderita penyakit tidak menular meningkat seiring gaya hidup modern. Salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat adalah kanker saluran cerna. Saat ini saja kanker saluran cerna menempati peringkat ketiga dengan prevalensi paling banyak di Indonesia.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) Profesor Marcellus Simadibrata mengatakan, kanker usus besar atau kolorektal merupakan penyumbang terbesar tingginya prevalensi kanker saluran cerna. Prevalensi kanker kolorektal mencapai 19,1 per 100.000 jumlah penduduk. Bahkan prevalensinya diprediksi akan meningkat di tahun-tahun mendatang.

Spesialis pencernaan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) dr Ari Fahrial Syam mengatakan, perubahan gaya hidup dan lingkungan menjadi faktor yang paling memengaruhi meningkatnya prevalensi tersebut.

Perubahan gaya hidup, tutur Ari, diartikan ke arah yang lebih negatif. Seperti jika dulu orang bisa banyak makan makanan berserat, seperti sayur-sayuran, sedangkan saat ini lebih banyak makan makanan siap saji yang tinggi lemak.

Selain itu, orang kini cenderung lebih malas bergerak. Jika dulu orang bisa jalan beberapa kilometer dalam sehari, kini dengan bertambah banyaknya kendaraan, orang seakan termanjakan dan lebih memilih naik kendaraan.

"Padahal diet kurang serat dan kurang bergerak merupakan faktor risiko gangguan usus besar, seperti konstipasi, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker," imbuhnya.

Di samping gaya hidup yang berubah, lanjut Ari, perubahan lingkungan juga meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker kolorektal. Lingkungan yang dimaksud tempat tinggal, termasuk bentuk toilet yang digunakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perubahan bentuk toilet dari toilet jongkok ke toilet duduk bisa menyulitkan buang air besar sehingga kejadian konstipasi akan meningkat," papar dokter yang juga aktif di dunia maya ini.

Menurut Pakar sistem pencernaan Anish Sheth, salah satu penulis dari buku What's Your Poo Telling You?, menggunakan toilet jongkok untuk buang air merupakan cara terbaik untuk mencegah pelbagai masalah usus besar.

Sheth mengatakan, buang air sambil jongkok merileksasi otot penahan kotoran secara keseluruhan, sekaligus meluruskan posisi kolon sehingga memudahkan proses buang air. Sementara itu, toilet duduk hanya merileksasi sebagian otot ini sehingga buang air menjadi lebih sulit.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.