Kompas.com - 27/06/2013, 15:38 WIB
EditorAsep Candra


KOMPAS.com - PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) meraih dua penghargaan Peduli Gizi 2013 untuk kategori Pendidikan Gizi dari Perhimpunan Peminat Gizi Pangan Indonesia (PERGIZI – PANGAN) yang bekerja sama dengan Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI). Penyerahan penghargaan dilakukan pada Seminar Nasional Pangan dan Gizi di Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Dua penghargaan diberikan kepada Sarihusada atas inisiatif dan inovasi yang dilakukan perusahaan dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) khususnya Pendidikan Gizi  terkait perbaikan gizi, pangan dan kesehatan. Kegiatan pertama adalah program 'Ayo Melek Gizi', yakni kegiatan edukasi mengenai konsep gizi seimbang yang bekerja sama dengan berbagai pihak. Penghargaan kedua diberikan untuk akun twitter '@Nutrisi_Bangsa' yang dinilai sebagai akun twitter terbaik dalam memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat.

Presiden Direktur Sarihusada, Boris Bourdin, menyatakan sebagai perusahaan yang peduli pada gizi ibu dan anak, Sarihusada ingin terus berkontribusi dalam upaya perbaikan status gizi masyarakat khususnya ibu dan anak, melalui menyediakan produk-produk bergizi dengan harga terjangkau serta berbagai inisiatif kegiatan sosial.

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi dan penyemangat bagi kami untuk terus berkiprah dalam mengembangkan kegiatan sosial guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi di masa awal kehidupan manusia,” jelas Boris.  

Menurut Boris, program Ayo Melek Gizi merupakan edukasi mengenai pentingnya zat gizi khususnya pada 360 minggu pertama dalam kehidupan, mulai pra kehamilan hingga anak usia 6 tahun yang berikan kepada masyarakat khususnya ibu dan penggiat gizi yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui kemitraan dengan berbagai organisasi.

Melalui edukasi ini, masyarakat khususnya ibu dapat memahami prinsip gizi seimbang yang akan menjadi bahan dasar pertimbangan dalam menyusun menu harian untuk keluarganya sehingga permasalahan  gizi kurang di Indonesia dapat menurun.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Sarihusada juga mengembangkan alat komunikasi berupa modul serta perangkat lunak Ayo Melek Gizi dengan software yang dapat diunduh secara gratis di www.ayomelekgizi.com serta edukasi gizi di social media menggunakan website (www.nutrisiuntukbangsa.org), facebook (Nutrisi untuk Bangsa) dan akun twitter (@nutrisi_bangsa).

Head of Corporate Affairs Sarihusada Arif Mujahidin menambahkan, akun twitter @nutrisi_bangsa secara rutin menyebarkan informasi tentang gizi dan kesehatan melalui media sosial. Dengan jumlah follower lebih dari 16 ribu, akun @nutrisi_bangsa berhasil menjalin komunikasi dan kebersamaan melalui pesan-pesan non-komersial dan bermanfaat.

"Media sosial merupakan media penting untuk penyebaran edukasi karena pesatnya jumlah penggunaan media sosial di Indonesia," kata Arif.

Sejak diluncurkan pada tahun 2009, program Ayo Melek Gizi telah berhasil melakukan edukasi kepada 75.000 ibu, anak, dan penggiat gizi. Di tahun 2013 ini, program Ayo Melek Gizi terus dijalankan melalui kerja sama berbagai mitra dan saluran komunikasi.

Sebelumnya, program Ayo Melek Gizi juga telah mendapatkan apresiasi dari beragam entitas, diantaranya penghargaan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia dalam bentuk Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) Award 2011, Indonesian CSR Award (ICA) 2011 dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Corporate Forum for Community Development (CFCD) serta The Best PR Internal Program 2012 dari Mix Magazine. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.