Kompas.com - 16/08/2013, 08:33 WIB
Beraktivitas di media sosial memang penting, namun berhentilah nge-tweet. Karena bikin status di twitter, facebook, atau path kadang mencuri waktu lebih banyak. SHUTTERSTOCKBeraktivitas di media sosial memang penting, namun berhentilah nge-tweet. Karena bikin status di twitter, facebook, atau path kadang mencuri waktu lebih banyak.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Meski baru hadir dalam beberapa tahun terakhir, kebanyakan orang kini tak bisa hidup tanpa beraktivitas di media sosial. Medium komunikasi yang satu ini dianggap sangat berjasa untuk menjalin komunikasi, mencari informasi, sampai jodoh.

Padahal, di balik asyiknya berinteraksi melalui media sosial, ada juga risiko yang mengintai. Sebuah studi baru mengindikasikan, media sosial berkaitan dengan penurunan kebahagiaan seseorang.

"Secara kasat mata, media sosial menjadi sarana yang berharga dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya," ujar ketua studi, Ethan Kross, psikolog dari University of Michigan.

Kendati begitu, imbuhnya, media sosial juga memiliki sisi negatif yang sangat buruk. Para peneliti menemukan, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membuat orang menjadi tidak bahagia.

Menurut penulis studi lainnya, John Jonides, pakar ilmu saraf kognitif dari universitas yang sama, hasil dari studi ini sangat penting mengingat pengaruh media sosial sangat lekat di kehidupan penggunanya.

Studi ini menganalisis 82 orang dewasa muda yang menggunakan media sosial, khususnya Facebook. Mereka yang menggunakan media sosial dalam waktu yang lebih banyak daripada yang disarankan cenderung lebih tidak bahagia. Mereka juga cenderung kurang puas terhadap hidup mereka.

Sebaliknya, studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One ini menemukan, orang yang lebih banyak melakukan interaksi tatap muka cenderung lebih merasa bahagia dan puas dengan hidupnya.

Para peneliti mengakui, mereka belum menemukan bukti untuk mendukung penjelasan mengapa media sosial dapat menurunkan kebahagiaan penggunanya. Menurut mereka, orang cenderung menggunakan media sosial saat mereka merasa gundah dan kesepian, tetapi bisa juga sebaliknya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X