Kompas.com - 06/11/2013, 10:01 WIB
|
EditorAsep Candra

Penyakit OA ini beda dengan penyakit tulang keropos dan mengobatinya juga beda. Salah besar kalau ada informasi bahwa susu kalsium juga efektif mengatasi atau mencegah sendi mengalami pengapuran tersebut.

Pengapuran pada pasien tulang sering terjadi pada lutut. Orang yang mengalami pengapuran tulang susah berjalan dan timbul rasa nyeri pada lututnya jika digerakkan, misalnya dari jongkok berdiri atau dari duduk berdiri. Orang-orang dengan OA lutut sering memilih untuk shalat dengan cara duduk.

OA terjadi karena faktor umur dan keausan sendi. Sendi merupakan tempat penyanggah tulang, jika mengalami kerusakan akan menimbulkan nyeri. Jika kerusakan berlanjut, bisa saja terjadi pertumbuhan tulang pada ujung tulang tersebut berupa pengapuran pada sendi tersebut.

Beberapa risiko terjadinya OA adalah umur dan kegemukan yang membuat beban sendi bertambah berat untuk menyanggah tulang sehingga sendi mudah aus. Penggunaan sendi tertentu secara berulang-ulang juga berisiko untuk terjadinya kerusakan sendi, misalnya melakukan gerakan-gerakan berulang secara terus-menerus, misalnya pemain basket atau pemain bola.

Prinsip mengatasi OA adalah mengurungi kondisi yang memperberat OA, seperti penurunan berat badan, mengurangi aktivitas sendi yang sedang sakit, serta memperkuat otot yang menyanggah sendi yang sakit. Obat-obat terutama untuk menghilangkan sakit dan obat-obatan yang berperan sebagai pelumas. Pada kasus OA yang berat bisa saja sendi diganti dengan sendi protesa seperti bisa dilakukan pada sendi lutut. Mengkonsumsi kalsium tidak bisa mencegah terjadinya OA.

Mudah-mudahan informasi ini dapat memberikan gambaran bagaimana membedakan apa yang disebut tulang keropos atau apa yang disebut pengapuran tulang sehingga kita lebih bijaksana untuk mendapatkan informasi mengenai anjuran mengonsumsi susu berkalsium tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Kompasiana
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.