Kompas.com - 28/12/2013, 15:55 WIB
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com – Tak bisa dipungkiri prosedur bedah dan nonbedah kosmetik semakin diminati tiap tahunnya. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat yang dilakukan American Academy of Facial Plastics and Reconstructive Surgery (AAFPRS). Survei ini juga mengungkap beberapa prosedur bedah/nonbedah kosmetik yang paling digemari sepanjang 2013.

Selain itu, survei tersebut juga menunjukkan bahwa tren peningkatan tindakan kosmetik sejalan dengan penggunaan media sosial. Masyarakat menggunakan media sosial sebagai sarana pencitraan diri. Melalui foto yang terpampang, para penggunan media sosial merasa harus memiliki wajah yang tampak sempurna.

Beberapa prosedur bedah/nonbedah kosmetik yang diminati pada 2013 adalah botoks, pengencangan lengan atas, rhinoplasty (rekonstruksi hidung), dan facelift (pengencangan wajah).

Apakah tindakan kosmetik tersebut menjadi salah satu resolusi 2014 Anda? Meski menjadi tren sepanjang 2013, pastikan Anda membuat keputusan tepat sebelum melakukan tindakan. Sebagai gambaran, berikut ulasan singkat tindakan kosmetik terpopuler 2013.

1. Botoks.
Botoks atau botulinum toksin A adalah senyawa yang dihasilkan Clostridium botulinum. Penggunaan botoks untuk menghilangkan kerut pada wajah dimulai di 2002. Menurut penemunya, Jean Carruthers, dengan melemahkan otot maka kerutan di wajah akan berkurang.

Sejak saat itu, botoks mulai digunakan untuk menghilangkan kerutan di daerah dahi, hidung, samping, dan bawah mata. Botoks bekerja dengan menghambat sinyal dari otak ke otot untuk membentuk ekpresi wajah. Hambatan kerja otot dalam membentuk ekpresi hanya terjadi pada area yang disuntik.

Otot yang tidak berkontraksi akan lebih rileks, sehingga tidak menimbulkan kerutan. Bagian yang tidak berkerut akan tertahan dan perlahan menyebabkan posisi area suntikan lebih naik. Efek botok bertahan selama 4-6 bulan, selanjutnya pasien bisa mengulangi suntikan.

Bila tidak mengulang, pasien tidak perlu khawatir timbul kerutan yang lebih dalam. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja botoks yang hanya menghambat sinyal dan merelaksasi otot. Selama dua minggu sebelum tindakan, sebaiknya pasien tidak mengonsumsi obat pembeku atau pengencer darah, untuk memaksimalkan manfaat botoks.

Walau Food and Drug Association (FDA) Amerika Serikat sudah mengakui keamanan botoks, penggunaan senyawa ini masih harus diwaspadai. Hal ini terkait penyuntikan botoks yang kerap dilakukan tenaga tidak berpengalaman dengan harga murah. Akibatnya masyarakat terpengaruh dan melakukan prosedur tersebut, dengan mempertaruhkan tampilan asli wajah yang jauh lebih baik.

Karena itu, sebelum suntik botoks pastikan kredibilitas klinik atau tenaga kesehatan yang melakukannya. Harga murah  tidak seharusnya menjadi penyebab hancurnya impian tampil lebih baik.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.