Kompas.com - 03/01/2014, 16:59 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Psikoterapi paling populer yakni terapi perilaku kognitif, bisa bantu anak dan remaja yang mengalami migrain kronis. Hal ini terungkap dalam studi terbaru yang dimuat dalam jurnal American Medical Association.

Penelitian ini mengungkapkan terapi perilaku kognitif dapat mengurangi rasa sakit kepala hingga migrain pada anak dan remaja. Tentunya terapi ini dijalankan sebagai tambahan dari konsumsi antidepresan yang kerap diberikan kepada penderita migrain.

"Sekarang sudah ada bukti kuat bahwa terapi perilaku kognitif bermanfaat untuk manajemen sakit kepala. Terapi ini perlu rutin dilakukan pada anak-anak, sebagai perawatan migrain kronis sambil tetap mengonsumsi obat-obatan. Terapi ini bukan sebagai pengganti obat, atau bukan hanya diberikan saat obat-obatan tidak efektif mengatasi migrain," ungkap peneliti dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center.

Studi ini melibatkan 135 anak dan remaja usia 10-17, dengan 79 persennya adalah perempuan. Mereka mengalami migrain kronis (kondisi di mana seseorang mengalami sakit kepala minimal selama 15 hari atau lebih dalam sebulan). Rata-rata responden penelitian ini mengalami migrain 21 hingga 28 hari dalam sebulan.

Sebanyak 64 responden menjalani terapi perilaku kognitif selama 10 minggu, sambil tetap mengonsumsi obat migrain. Sementara 71 orang menjalani program edukasi mengenai sakit kepala selama 10 minggu sambil tetap konsumsi obat migrain.

Para peneliti kemudian memantau kondisi partisipan dalam periode tiga, enam, sembilan, dan 12 bulan kemudian. Setelah memantau selama 20 minggu, 129 orang masih menjalani program sementara 124 orang menjalani program selama 12 bulan.

Setelah menjalani terapi, partisipan mengalami penurunan  jumlah hari sakit kepala dalam sebulan. Rata-rata mengalami pengurangan hari sebanyak 11,5 hari. Sementara pada grup yang menjalani program edukasi, bukan terapi, juga mengalami penurunan namun tidak signifikan, yakni penurunan 6,8 hari sakit kepala dalam sebulan.

Dengan pengamatan selama setahun, hampir 86 persen partisipan yang menjalani terapi mengalami penurunan 50 persen hari sakit kepala dalam sebulan. Sedangkan 69 persen partisipan program edukasi mengalami penurunan yang sama.

Peserta terapi, 88 persen, juga mengaku migrain mulai berkurang bahkan hilang. Sedangkan peserta program edukasi, 76 persen mengaku tidak lagi mengalami migrain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.