Kompas.com - 19/01/2014, 16:16 WIB
Sehat dan bahagia dengan olahraga HEALTHANDFITNESSTALK.COMSehat dan bahagia dengan olahraga
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Pemangkasan kalori menjadi hal penting saat ingin mengurangi berat badan. Pasalnya ketika kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang keluar, tubuh akan menyimpannya menjadi cadangan energi dalam bentuk lemak.

Cara umum untuk memangkas kalori di dalam tubuh yaitu dengan olahraga atau mengatur pola makan (diet). Sayangnya, sebagian orang lebih memilih untuk fokus terhadap salah satu di antara kedua hal tersebut. Lantas, lebih efektif mana, olahraga atau diet untuk memangkas kalori?

"Kalau mau efektif, tentu harus melakukan dua-duanya," ujar dokter spesialis gizi klinis Samuel Oetoro kepada Kompas Health, Jumat (17/1/2014) lalu.

Namun di antara keduanya, Samuel mengatakan dietlah yang lebih efektif dalam memangkas kalori. Menurut dia, dengan melakukan diet, asupan kalori bisa lebih dikontrol sehingga dapat lebih cepat menurunkan berat badan dibandingkan dengan olahraga saja.

Kendati demikian, lanjutnya, dengan hanya melakukan diet seseorang tidak akan secara terus menerus mengurangi berat badannya. "Ada suatu titik berat badan tidak akan turun lagi, karena metabolisme terjadi sangat lambat," jelasnya.

Samuel menjelaskan, mengurangi asupan kalori dengan diet artinya juga memperlambat metabolisme tubuh. Kondisi tersebut membuat semakin sedikit kalori yang dibakar, sehingga akhirnya menjadi kurang efektif pula.

Sementara itu, jika hanya melakukan olahraga saja tanpa mengatur pola makan, metabolisme memang meningkat dan lebih banyak kalori yang dibakar. Namun jika kalori yang diasup berlebih, kemungkinan kelebihan kalori tersebut tidak mungkin dibakar semua dengan olahraga.

Sebagai contoh, ketika kebutuhan kalori tubuh seseorang adalah 2.000 kalori. Kemudian orang itu melakukan jogging selama 30 menit dengan kecepatan 8 km/jam dapat membakar 250 kalori. Hanya saja, kalori yang diasup olehnya adalah 2.300 kalori. Berarti orang itu masih kelebihan 50 kalori, berat badan tetap akan meningkat secara akumulatif.

"Maka supaya penurunan berat badan bisa optimal, olahraga dan diet perlu dilakukan bersama-sama. Ketika asupan kalori dikurangi, sementara tubuh tetap dapat membakar lebih banyak kalori, tentu hasilnya paling efektif," tutur Samuel.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, disamping olahraga, menyingkirkan makanan tinggi kalori dalam daftar santapan adalah kunci penurunan berat badan.

"Lebih baik menggunakan piring dan mangkok kecil supaya kita selalu makan dengan porsi yang pas," kata peneliti studi Brent McFerran.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X