Kompas.com - 14/03/2014, 08:54 WIB
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit yang menurunkan kualitas hidup penderitanya, sekaligus membebani pemerintah secara ekonomi. Pasalnya, pengelolaan PGK membutuhkan kontinuitas pengobatan seumur hidup dengan biaya yang tidak sedikit. Namun sebenarnya PGK bisa dideteksi dari protein yang terdapat di urine.

Menurut Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Dharmeizar, semakin tinggi kadar protein di urine, semakin tinggi risiko dari PGK yang dimiliki seseorang.

"Selain itu, kadar protein di urine juga menentukan progresivitas dari PGK. Semakin tinggi protein dalam urine maka semakin cepat perkembangan PGK," ujarnya dalam seminar media bertajuk "Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2014: Penyakit Ginjal Kronik dan Penuaan" di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Dharmeizar menjelaskan, jika dibandingkan, seseorang dengan kadar protein antara 30-300 mg/l maka progres PGK-nya akan lebih cepat daripada yang kadar proteinnya kurang dari 30 mg/l. Progres PGK berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal.

Kadar protein dalam urine, kata dia, dipengaruhi dari penyakit diabetes. Dharmeizar mengatakan, untuk mencegah adanya protein di urine, perlu ada pengelolaan diabetes yang tepat.

"Jika tidak ada pengelolaan diabetes yang tepat, maka bukannya tidak mungkin seorang pasien harus cuci darah setelah satu tahun. Namun kebanyakan pasien merasa tidak siap," tuturnya.

PGK merupakan penurunan fungsi ginjal secara perlahan-lahan dengan rentang waktu lebih dari tiga bulan karena adanya kerusakan ginjal yang disebabkan oleh abnormalitas struktural atau fungsional, dengan atau tanpa Laju Filtrasi Glomerulus (LFG).

PGK umumnya merupakan silent disease pada tahap awal, yang berarti sebagian besar orang tidak mengalami gejala klinis pada stadium ringan hingga sedang. Akibatnya, penderita PGK sering tidak menyadari kondisi mereka. Oleh karena itu, pemeriksaan faktor risiko PGK merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.