Kompas.com - 28/03/2014, 12:06 WIB
Ilustrasi BPJS TRIBUNNEWS/HERUDIN Ilustrasi BPJS
|
EditorWardah Fajri
PADANG, KOMPAS.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat sambutan positif dari masyarakat terbukti dari jumlah peserta yang terus meningkat. Dampaknya, biaya kapitasi untuk fasilitas kesehatan (faskes) primer juga terus meningkat. Namun hal tersebut juga menimbulkan pertanyaan lain, mungkinkah JKN lebih berorientasi pengobatan (kuratif) dibandingkan promotif atau preventif?

"Setiap harinya makin banyak masyarakat yang mendaftar dan ingin merasakan manfaat JKN. Peningkatan peserta berarti makin banyak kemungkinan masyarakat yang sakit. Akibatnya biaya kapitasi untuk faskes primer terus meningkat," kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang, Eddy Martadinata, kepada Kompas Health, di Padang, Kamis (27/3/2014).

Menyikapi hal ini, Eddy mengatakan, peningkatan biaya kapitasi untuk faskes merupakan bagian dari dinamika pelayanan. BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang menyebutkan sejumlah data biaya kapitasi. Berdasarkan data tersebut, Eddy membantah anggapan JKN memiliki porsi lebih besar untuk penyembuhan.

"JKN justru mengubah kebiasaan masyarakat dr kuratif menjadi promotif dan preventif. Penyuluhan kesehatan harus terus berjalan supaya jumlah orang sakit terus berkurang," kata Eddy.


Biaya kapitasi
Selama tiga bulan pelaksanaan JKN, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang membayar biaya kapitasi kepada faskes primer dengan jumlah yang terus meningkat. Faskes tersebut antara lain puskesmas, klinik swasta, dokter keluarga, dan doker gigi praktek dengan cakupan wilayah Kota Padang, Pesisir Selatan, Pariaman, Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Pariaman.
 
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang sudah membayar biaya kapitasi Januari 2014 untuk puskesmas sebesar Rp 3.797.297.000. Pada Februari 2014, jumlahnya naik menjadi Rp 3.811.582.500, sementara pada Maret 2014 mencapai Rp 3.851.522.000.

Sedangkan biaya kapitasi klinik swasta mencapai Rp 1.209.152.000 pada Januari 2014. Pada Februari 2014 jumlahnya meningkat menjadi Rp 1.277.675.100, sedangkan pada Maret 2014 menjadi Rp 1.388.696.400.

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang memiliki faskes meliputi 82 puskesmas, 20 praktik dokter umum, 5 praktik dokter gigi, 19 klinik swasta, 4 klinik TNI, dan 8 klinik POLRI. 

Peserta JKN Padang

Per Maret 2014, jumlah peserta JKN untuk Kantor Cabang Padang mencapai 789.303 jiwa. Angka ini meliputi 187.862 peserta penerima bantuan iuran (PBI), 21.761 peserta mandiri, 196.756 peserta Askes Sosial, 9.794 anggota TNI, 11.404 anggota POLRI, 135.890 peserta JPK Jamsostek, dan 225.836 peserta Jamkesda.  
Menurut Eddy, data tersebut juga membuka pentingnya manajemen yang andal dalam penerapan JKN. Sistem manajemen yang baik memungkinkan faskes primer tetap bisa beroperasi sejalan dengan jumlah peserta yang semakin meningkat. Sistem manajemen yang baik juga memungkinkan pencairan kapitasi bisa berjalan tepat waktu, yaitu 15 hari kerja usai pengajuan klaim.
 
"Kalau pencairan tepat waktu maka faskes primer bisa beroperasi tanpa hambatan. Dana yang ada memungkinkan peserta JKN mendapat manfaat maksimal sehingga mereka tidak ragu untuk kembali menggunakannya, dan mendorong masyarakat lain menjadi peserta JKN," ujar Eddy.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Freckles
Freckles
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.