Kompas.com - 04/04/2014, 10:04 WIB
Ilustrasi gula shutterstockIlustrasi gula
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Mengonsumsi terlalu banyak gula memang bisa berbahaya bagi kesehatan. Kita mungkin sering mendengar efek jangka pendek konsumsi gula berlebih, yakni kegemukan dan efek jangka panjang berupa diabetes. Namun, di antara dua hal tersebut, masih banyak efek buruk lainnya.

Selain bisa menjadi sumber kelebihan kalori, kebiasaan mengonsumsi makanan mengandung gula (karbohidrat) bisa memicu penuaan pada tingkat sel dan inflamasi. Kedua hal tersebut akan meningkatkan risiko kita terkena penyakit kronis.

Kelebihan gula juga akan menurunkan faktor pertumbuhan neural, misalnya BDNF, komponen yang diproduksi di otak yang bertugas mempercepat kemampuan belajar, berpikir, dan memori jangka panjang. Dengan kata lain, efeknya membuat kita lebih lambat berpikir dan cenderung pelupa.

Penelitian lain juga menyebutkan kelebihan gula bisa menjadi penyebab mengapa wajah terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. Selain itu, wajah juga lebih gampang berjerawat.

Secara tidak langsung, kelebihan gula juga berpengaruh pada tekanan darah. Ketika kita mengonsumsi gula terlalu banyak, tubuh akan melepaskan lebih banyak hormon insulin untuk menghapus gula dari peredaran darah. Padahal, fungsi lain dari insulin adalah membuat ginjal menahan sodium.

Ketika pola makan kita terlalu banyak mengandung gula, peningkatan level insulin berulang kali akan memicu ginjal menahan sodium. Sementara itu, tubuh akan memompa lebih banyak lagi sodium melalui makanan yang kita asup. Hasilnya, terjadi ketidakseimbangan pada kadar sodium dan tekanan darah pun meningkat.

Meski kelebihan gula menyebabkan efek negatif pada tubuh, kita tak perlu berpantang gula sama sekali. Yang penting adalah mengonsumsi dalam jumlah moderat. Kenali apa saja makanan yang mengandung gula tinggi dan mulailah membatasinya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.