Kompas.com - 27/06/2014, 21:18 WIB
Ilustrasi mata ShutterstockIlustrasi mata
|
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com - Teknologi lasik (laser-assisted in-situ keratomileusis) seringkali menjadi andalan bagi orang yang tak ingin memakai kacamata. Kerap kita mendengar, mata yang minus, silinder, atau plus sekalipun dapat kembali nol berkat menjalani operasi lasik.

Namun ketika minus yang diderita sudah sangat tinggi, misalnya minus sembilan atau lebih dari 10, apakah teknologi lasik mampu membuatnya nol kembali?

Menurut dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center Setiyo Budi Riyanto, kemampuan operasi lasik untuk membuat nol kembali gangguan refraksi pada mata tergantung pada teknologinya.

"Semakin canggih teknologi lasik yang digunakan, semakin bisa memulihkan gangguan refraksi pada mata," ujarnya kepada Kompas Health, Kamis (26/6/2014) di Jakarta.

Kecanggihan teknologi lasik berhubungan dengan kemampuan menurunkan besarnya minus pada mata karena semakin canggih alat, semakin sedikit kornea mata yang dikikis. Artinya, semakin besar penurunan gangguan refraksi yang bisa dilakukan.

Gangguan refraksi merupakan gangguan anatomi mata yang membuat cahaya yang masuk ke mata tidak diteruskan tepat pada titik fokus. Inilah yang membuat penglihatan menjadi tidak fokus.

Sementara, operasi lasik pada prinsipnya mengikis kornea atau bagian terluar dari bola mata agar cahaya yang masuk ke mata tepat tiba di titik fokus. Semakin canggih teknologi lasik yang digunakan, semakin tipis kornea yang dikikis untuk mengurangi gangguan refraksi.

"Dengan teknologi yang lama, untuk mengurangi minus satu membutuhkan pemotongan hingga 20 mikron, sekarang hanya sekitar enam sampai 10 mikron saja," kata dia.

Kornea mata manusia rata-rata memiliki ketebalan sekitar 500 mikron. Saat dilasik, kornea perlu dibuat sayatan sedalam 110 mikron dan perlu disisakan 250 mikron. Berarti, "sisa" kornea yang bisa dikikis yaitu 140 mikron.

Misalnya, seseorang dengan minus sembilan tidak bisa menjadi pulih total dengan pemotongan 20 mikron untuk setiap minus yang dimiliki. Sementara, akan berbeda hasilnya jika pengurangan satu minus setara dengan pemotongan 6-10 mikron.

"Dengan teknologi baru, batas minus yang bisa dikoreksi yaitu dari minus setengah hingga minus 14. Bila lebih dari itu, mungkin hanya bisa diturunkan," ungkap Setiyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.