Kompas.com - 03/07/2014, 14:55 WIB
Ilustrasi mata Ilustrasi mata
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Peneliti dari Massachusetts Eye and Ear Research Institute di Amerika Serikat membuat harapan baru untuk mengatasi kebutaan. Mereka menemukan sebuah metode untuk menumbuhkan kembali kornea di laboaratorium.

Ini merupakan kali pertama peneliti mampu membentuk jaringan dengan menggunakan sel punca manusia. Dengan menumbuhkan kembali kornea, peneliti percaya kebutaan pada korban kebakaran, kecelakaan bahan kimia, dan kerusakan mata akibat penyakit, akan teratasi.

Mereka mengidentifikasi cara untuk menumbuhkan kembali jaringan kornea manusia untuk mengembalikan penglihatan dengan molekul ABCB5. Molekul tersebut berperan sebagai penanda (marker) untuk menemukan sel punca limbal. Sel tersebut ditemukan pada epitelium basal limbal atau limbus untuk membantu menumbuhkan jaringan kornea.

Kornea yang rusak karena kecelakaan dan penyakit merupakan salah satu penyebab kebutaan yang paling utama. Sebelumnya, untuk mengatasi kerusakan kornea dokter menggunakan transplantasi jaringan atau sel. Namun hingga kini belum diketahui apakah ada sel punca limbal atau tidak di dalam cangkokan tersebut, dan hasilnya juga belum konsisten.

Dalam studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature tersebut, peneliti dapat menggunakan antibodi untuk mendeteksi ABCB5 untuk menunjukkan sel punca dalam tubuh donor untuk menumbuhkan kembali kornea dengan susunan anatomi yang tepat dan fungsional.

Penulis studi Dr Bruce Ksander mengatakan, sel punca limbal sangat jarang ditemukan, padahal sukses atau tidaknya transplantasi kornea bergantung pada sel ini.

"Studi ini menemukan cara untuk mempermudah penumbuhan kembali permukaan kornea," ujar dia.

Dr Markus Frank, peneliti lainnya, menambahkan, molekul ABCB5 membantu sel punca limbal untuk tetap hidup, melindungi mereka dari apoptosis atau kematian sel yang terprogram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sistokel
Sistokel
PENYAKIT
Dystocia
Dystocia
PENYAKIT
Hematuria
Hematuria
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

3 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Jantung

Health
Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Penyakit
4 Tanda Lever Bermasalah

4 Tanda Lever Bermasalah

Health
Insufisiensi Vena Kronis

Insufisiensi Vena Kronis

Penyakit
Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.