Kompas.com - 13/08/2014, 17:44 WIB

KOMPAS.com -
Setiap orang yang mengalami gangguan jiwa memiliki hak untuk mendapatkan terapi pengobatan. Karena itu, pihak yang mencoba menghalangi pemberian terapi seharusnya dapat dipidanakan.
 
Dokter spesialis kejiwaan Nova Riyanti Yusuf mengatakan, hak mendapat terapi dimiliki oleh semua orang yang sudah didiagnosis dengan gangguan jiwa supaya bisa kembali hidup normal di masyarakat. Sementara upaya penghalangan artinya menunda mereka mendapat terapi sehingga berpotensi memperburuk kondisi pasien gangguan jiwa.
 
"Sayangnya hingga saat ini belum ada peraturan yang memuat hukuman tersebut. Maka ke depannya, harus ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengaturnya," tandas anggota Komisi IX DPR RI ini dalam konferensi pers yang diadakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pada Rabu (13/8/2014) di Jakarta.
 
Seperti penyakit lainnya, semakin cepat orang dengan gangguan jiwa mendapat terapi semakin tinggi juga kemungkinannya untuk sembuh. Karenanya setelah didiagnosis terapi harus segera diberikan untuk menunjang kesembuhannya. Bila dibiarkan, gangguan tersebut dapat memburuk dan berpotensi membahayakan jiwa.
 
"(Gangguan jiwa) ini tidak main-main. Akibat penundaan terapi bisa berupa kehilangan nyawa seseorang. Sehingga bagaimana mungkin pasien sampai dilarang minum obat?," tegas dia.
 
Dokter spesialis kejiwaan dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM Nurmiati Amir mengatakan, orang dengan gangguan jiwa umumnya membutuhkan konsumsi obat yang terus menerus. Pasalnya terapi dengan obat bertujuan untuk mengelola gangguan jiwanya.
 
"Orang dengan gangguan jiwa memiliki gangguan pada senyawa kimia pada otaknya. Bila tidak segera diterapi, senyawa kimia otak ini akan bersifat toksik bagi sel-sel saraf, sehingga gangguan akan semakin berat," paparnya.
 
Karena itu, konsumsi obat harus dilakukan seumur hidup, meskipun pada waktu tertentu, dosisnya bisa diturunkan hingga sangat rendah. Penghentian konsumsi obat yang seharusnya masih terus dilakukan akan berdampak pada kambuhnya gejala gangguan jiwa yang diderita. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.