Kompas.com - 10/09/2014, 08:20 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com
- Lasik sudah banyak digunakan untuk menyembuhkan mata rabun jauh atau mata minus hingga silinder. Teknologi untuk lasik pun terus berkembang di Indonesia.

Sebelumnya, muncul iLasik yang merupakan teknologi operasi lasik tanpa menggunakan pisau bedah untuk membuka lapisan permukaan kornea mata (flap). High-Definition iLasik ini menggunakan iFS Advanced Femtosecond Laser sehingga 100 persen flap dibuat tanpa pisau bedah yang menyentuh mata.

Tak berhenti sampai di situ, perkembangan terbaru kini pada alat perekam profil mata yaitu iDesign. Teknologi baru yang ada di Klinik Mata Nusantara ini menggunakan sensor high-definition dan mampu menangkap 1.200 data poin. Data mata yang ditangkap lebih akurat dari alat sebelumnya, yaitu wave scan.

"Akurasinya lima kali lebih tepat," ujar Dokter Spesialis Mata, Annette Mariza di Klinik Mata Nusantara, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2014).

Ibarat kamera, iDesign memiliki megapixel lebih tinggi sehingga mampu menangkap bagian mata lebih detil. Keberhasilan operasi lasik sangat bergantung pada proses perekaman profil mata ini. "Data dari sini (iDesign) kita masukkan dalam mesin lasik," kata Annette.

DIAN MAHARANI iDesign, teknologi terbaru untuk operasi lasik yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi untuk membuat profil mata. Lasik merupakan tindakan operasi untuk menyembuhkan mata minus atau rabun jauh maupun silinder.

Dengan tingkat akurasi yang tinggi, iDesign tentunya meminimalisir risiko berlebihan atau kurang tajam penglihatan (under atau over correction) setelah tindakan operasi.

Annette menjelaskan, pengerjaan lasik yaitu seperti mengamplas lapisan dalam kornea. Operasi lasik pun tidak menimbulkan rasa sakit dan membutuhkan waktu yang sebentar. Selama sekitar 20 menit, mata pasien akan terus dibuka dengan pembuka mata. Saat itu pasien hanya diminta fokus menatap satu titik pada mesin laser. Ketika mata kering, dokter akan membantu memberikan tetes mata.

Namun, lasik hanya disarankan untuk usia di atas 18 tahun. Sebab, setelah melewati usia tersebut, perkembangan mata sudah terhenti. "Minus pun dianggap sudah selesai pada usia di atas 18 tahun, enggak nambah lagi. Meski banyak umur 25 atau 30 ke atas minusnya masih bertambah," terang Annette.

Setelah operasi, dalam sekitar 6 jam pertama penglihatan mata sedikit berkabut dan silau. Namun setelah itu akan secara perlahan membaik dan penglihatan kembali normal.

Lasik dapat menghilangkan secara permanen masalah mata minus maupun silinder menjadi kembali normal. Dokter spesialis mata Viktor Rasoebala menambahkan, 95 persen pasien yang menjalani operasi lasik ketajaman penglihatannya kembali normal. Setelah lasik, mereka pun tak perlu lagi menggunakan kacamata minus atau silinder.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.