Mayoritas Masalah Kulit Orang Indonesia Disebabkan Sinar Matahari

Kompas.com - 11/11/2014, 18:01 WIB
Berjemur di pantai. ShutterstockBerjemur di pantai.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Berada di garis khatulistiwa, Indonesia adalah negara yang hampir setiap waktu dilimpahi sinar matahari. Jika kulit tidak dilindungi, paparan sinar ultraviolet dari matahari itu bisa membuat kulit lebih cepat mengalami kerusakan.

Sinar ultraviolet (UV) di Indonesia rata-rata tertinggi di Asia. "Level paparan yang paling tinggi itu berkisar 9-11 dan Indonesia berada di level 11+, hampir sama dengan di Thailand, " kata Divya Agrawal, dari Research & Inovation L'Oreal dalam acara peluncuran Kampanye Edukasi Masyarakat L'Oreal Unveils di Jakarta (11/11/14).

Sinar UV terdiri dari beberapa jenis, namun yang berkontribusi pada penuaan dini adalah UV A dan UV B. Sinar UV A mampu menembus kaca dan lapisan kulit lebih dalam. Sementara UV B biasanya membuat kulit terasa terbakar.

Salah satu efek langsung dari paparan sinar ultraviolet adalah kulit terbakar atau merah. Setelah 20 hari, kulit akan mulai kecokelatan (tan). "Sebenarnya kulit bisa kembali ke warna aslinya, tapi kalau terus terpapar maka warna gelap ini akan menetap," katanya.

Setelah beberapa waktu paparan sinar matahari akan membuat kulit kehilangan kekenyalannya, kering, pigmentasi, dan keriput dini.

Diungkapkan oleh Dr.Sri Ellyani, Sp.KK, sebagian besar masalah kulit yang dikeluhkan orang Indonesia adalah jerawat, kulit berminyak, kulit kusam, warna kulit tidak merata, serta wajah tampak lebih tua.
 
"Semua masalah tersebut dipicu oleh sinar matahari," kata wakil ketua bidang kerja sama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) ini dalam acara yang sama.

Divya menambahkan, sinar ultraviolet A bisa menyebabkan stres oksidatif pada bagian dermis dan epidermis kulit, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya.

Salah satu cara untuk melindungi kulit adalah dengan menggunakan pakaian yang tertutup atau topi. Namun bahaya sinar matahari ternyata juga bisa tetap kita dapatkan di cuaca mendung atau hujan. Karena itu memakai tabir surya adalah hal yang wajib dilakukan setiap hari.

Ellyani menjelaskan, untuk orang Indonesia sebaiknya menggunakan produk tabir surya dengan kadar SPF antara 15-30. "Makin besar angkanya, makin kuat efek perlindungannya. Jika berada di luar ruangan dalam waktu lama, pakai ulang tabir surya beberapa jam sekali," katanya.

Di pasaran tersedia berbagai jenis tabir surya. Sebaiknya pilih yang mengandung SPF (untuk perlindungan terhadap sinar UV B) dan PA (perlindungan terhadap sinar UV A). Pilih juga produk yang sudah terdaftar di BPOM RI. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X