Kompas.com - 06/01/2015, 07:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir, dimana terjadi kelainan struktur jantung akibat gangguan atau kegagalan perkembangan jantung pada janin.

Pembentukan jantung pada janin sendiri mulai terjadi di masa awal kehamilan dan hampir selesai pada 4 minggu setelah pembuahan, yaitu saat seorang ibu baru menyadari kehamilannya. Untuk itu penting bagi setiap ibu yang sedang merencanakan kehamilan untuk menjaga kesehatan dan asupan nutrisinya saat mempersiapkan dan selama periode kehamilan.

Meski menjadi penyebab kelainan bawaan tersering pada bayi, namun PJB kerap kali tidak memberikan gejala atau tanda khas saat bayi baru lahir. Pasalnya, sirkulasi darah dan sistem pernapasan masih mengalami transisi dari masa janin ke periode pascalahir, sehingga bayi dengan PJB pun dapat terlihat normal dan baik-baik saja saat baru lahir.

Manifestasi klinis kelainan ini memang bervariasi dari yang paling ringan sampai berat. Pada tingkat ringan, sering tidak ditemukan gejala dan tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan klinis. Sedangkan pada PJB berat, gejala sudah tampak sejak lahir dan memerlukan tindakan segera.

Secara garis besar, PJB dibagi dua kelompok, yaitu PJB biru (sianotik) dan PJB nonsianotik.

1. PJB biru lebih cepat menimbulkan gejala dan paling mudah dikenali. Gejala yang paling sering ditemukan adalah bayi menjadi biru saat menangis (bibir, kuku, dan lidah menjadi biru). Wajah bayi tampak pucat dan biru, ujung tangan dan kaki juga kuku terlihat kebiruan akibat kurangnya aliran darah.

2. PJB non-sianotik, yaitu PJB yang tidak menimbulkan warna kebiruan pada anak. PJB non-sianotik umumnya menimbulkan gejala gagal jantung, ditandai dengan sesak yang memberat saat menetek/beraktivitas, bengkak pada wajah, anggota gerak, dan perut, serta gangguan pertumbuhan yang menyebabkan kurang gizi.

Akan tetapi, karena pada umumnya bayi dengan PJB tidak menunjukka gejala, maka bayi-bayi yang memperlihatkan tanda-tanda seperti ini harus diperhatikan lebih lanjut, antara lain:

- Bayi sering berhenti menyusu, karena napasnya tersengal-sengal.
- Keringat dingin atau pucat.
- Sering mengalami infeksi saluran pernapasan.
- Pertumbuhan terhambat (berat badan sulit naik).
- Kulit kebiruan terutama bila aktivitas meningkat seperti menangis.
- Mudah capek, anak berjalan sebentar kemudian jongkok atau berhenti.
- Terlihat detak jantung lebih cepat.

Bila tanda-tanda seperti itu muncul, bawalah anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti EKG, rontgen, echocardiography, hingga kateterisasi (memasukkan selang kecil ke dalam jantung) untuk memastikan jenis kelainan jantung anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.