Kompas.com - 13/01/2015, 07:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan intervensi terhadap 77 pasar di 33 provinsi di Indonesia. Pasar tersebut menjadi percontohan untuk Pantauan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.


Hasilnya, BPOM menemukan 10 jenis pangan yang kerap ditambah bahan-bahan berbahaya. Sebanyak, 10 jenis pangan itu yakni, kerupuk dan keripik, cemilan dan jajanan pasar, mie basah, tahu, pangan segar, pangan segar yang dikeringkan, terasi, bakso, minuman, agar-agar dan jelly.

Pangan segar itu seperti, ikan, ayam, daging, cumi, udang, dan kerang. Sedangkan pangan segar dikeringkan yaitu seperti ikan teri, ikan asin, cumi asin, ebi dan  minuman seperti cendol, cincau, dan sirup.

Kepala Badan POM, Roy Sparringa mengatakan,  bahan berbahaya yang paling sering ditemukan yaitu penambahan boraks dan rhodamin B.

“Ada penambahan boraks pada soda kue, hingga pemutih dan pelunak daging. Kami juga menemukan penyalahgunaan rhodamin B dan boraks pada cabe giling. Temuan di beberapa wilayah ini perlu menjadi perhatian masyarakat,” ujar Roy di Gedung BPOM, Senin (12/1/2015).

Seperti diketahui, rhodamin biasa digunakan sebagai pewarna tekstil maupun kertas. Penggunaan rhodamin B pada bumbu-bumbu masakan seperti cabe giling, bertujuan untuk membuat warna bumbu menjadi terlihat lebih segar. Adapun boraks merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk industri nonpangan. Bahan kimia tersebut tentunya berbahaya bagi kesehatan.

Roy meminta masyarakat waspada dalam pembelian makanan hinga obat-obatan. “Waktu membeli makanan, minuman, perhatikan warnanya. Kalau terlihat mencolok khawatir  mengandung rhodamin B,"  terang dia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.