Kompas.com - 16/01/2015, 14:40 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com
– Penyakit kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta. Kusta biasanya ditandai dengan bercak putih pada kulit seperti panu. Tanda lainnya, yaitu bercak merah dan tidak terasa sakit.

Banyak yang mengabaikan gejala penyakit ini ketika terdapat pada bagian tubuh yang tertutup pakaian. Padahal, lambat laun kusta dapat menyebar ke bagian tubuh lain hingga menimbulkan kecacatan.

Ketua Komite Ahli Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia, Hariadi Wibisono menyayangkan jika banyak penderita kusta yang tidak berobat. Ia menegaskan, penyakit ini bisa disembuhkan jika diobati sejak dini.

“Kusta bisa disembuhkan dan tidak perlu ditakuti,” ujar Hariadi di Gedung Kementerian Kesehatan,  Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Hariadi mengatakan, salah satu alasan penderita kusta tidak berobat karena stigma di masyarakat. Akhirnya, penderita kusta akan menyembunyikan diri dan tidak mau keluar rumah untuk berobat. Umumnya terjadi  penderita dengan penyebaran kusta di daerah wajah.

“Kalau diobati tentu tidak ada cacat. Penderita kusta bukan tidak mungkin bisa bekerja, yang penting dia sudah sembuh dan tidak menularkan,” kata Hariadi.

Ia mengimbau penderita kusta untuk berobat ke Puskesmas. Petugas kesehatan akan memberikan obat kusta secara gratis. Untuk penderita kusta kering, obat harus dikosumsi selama 6 bulan. Sedangkan untuk kusta basah, konsumsi obat dilakukan selama 12 buan.

“Obat ini disediakan pemerintah secara gratis, sampai sembuh,” tegas Hariadi.

Pengobatan harus dilakukan agar penyakit tidak berkembang lebih lanjut dan tidak menularkan ke orang lain. Segera periksalah ke puskesmas jika menemukan gejala penyakit kusta.

Di Indonesia,masih  ada 14 provinsi dengan penderita kusta cukup tinggi. Diantaranya, di Jawa timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawes Selatan , dan Papua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.