Kompas.com - 28/02/2015, 13:00 WIB
Batasi waktu menonton tv dan pilih program acara yang bersifat edukatif dan menghibur. ShutterstockBatasi waktu menonton tv dan pilih program acara yang bersifat edukatif dan menghibur.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -
Kalau Anda sangat sayang dengan buah hati, batasi kegiatan menonton televisi mereka tak lebih dari dua jam sehari. Karena pembatasan ini akan membantu melindungi mereka dari hipertensi yang menjadi faktor risiko penyakit kardivaskuler di kemudian hari. 

Penelitian terbaru menunjukkan anak-anak berusia 2-10 tahun yang menghabiskan banyak waktu di depan televisi maupun layar komputer, 30 persen lebih sering mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi dibandingkan yang tidak. Kurangnya aktivitas fisik bahkan kian meningkatkan risikonya hingga 50 persen. 
 
Hasil studi tersebut diperoleh dari 5.221 anak berasal dari 8 negara Eropa yang diikuti selama dua tahun. Pimpinan studi Dr. Augusto Cesar de Moraes, dari University of Sao Paulo, Brasil mengatakan studi ini menunjukkan kasus hipertensi baru dan hubungan antara aktivitas fisik serta perilaku sedentari dengan risiko hipertensi pada anak-anak Eropa. 
 
Hipertensi disebutkan para ahli menjadi faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler di kemudian hari. Juga meningkatkan risiko penyakit jantung iskemik. 
 
Risiko itu bisa terjadi mengingat lebih banyak waktu yang dihabiskan anak-anak menonton televisi atau bermain games, semakin sedikit waktu mereka untuk beraktivitas secara fisik. 
 
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cardiology, ini kian menguatkan rekomendasi dari para ahli mengenai pembatasan menonton tak lebih dari dua jam sehari bagi anak-anak. Sebelumnya, waktu menonton yang lebih dari dua jam sehari dihubungkan dengan kegemukan, tidur yang tidak teratur hingga masalah terhadap performa akademik. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.