Kompas.com - 25/03/2015, 15:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Untuk mencegah introduksi nyamuk asing, nyamuk dari telur kiriman Monash University, Australia, ditetaskan dan dikawinsilangkan dengan nyamuk lokal sampai generasi kelima. Nyamuk terus dibiakkan sampai generasi ke-28, baru kemudian dilepas ke alam.

Pelepasan

Singosaren adalah satu dari empat desa pelepasan karena persentase nyamuk Aedes aegypti tinggi dan ada dukungan komunitas. Penelitian berlangsung dengan persetujuan masyarakat serta izin dari Komisi Etik FK UGM dan pemerintah daerah.

Pelepasan di Bantul sebenarnya termasuk seri kedua. Seri pertama berlangsung di Desa Nogotirto dan Kronggahan, Kabupaten Sleman, Januari-Juni 2014. "Sekarang di Sleman tinggal monitoring," kata Dedik Helmy Yusdiana, spesialis pelibatan komunitas di EDP.

Rabu pagi itu, giliran Desa Singosaren. Nurcholifah dan Heru, petugas lapangan EDP, menangani 15 rumah. Heru menyandang tas besar berisi telur nyamuk, ember berpenutup untuk menetaskan nyamuk, dan perlengkapan lainnya. Dipandu Nur yang membawa daftar nama dan alamat responden, tim menyusuri jalan setapak yang sejuk sehabis diguyur hujan.

Sarti (45) melongok dari pintu dapur ketika Nur mengucap salam. "Monggo, monggo, Mbak," kata Sarti sambil menyuapi cucunya.

Istri buruh bangunan ini tidak ingin kedua cucunya terkena demam berdarah. Ia langsung setuju ketika rumahnya terpilih menjadi tempat pelepasan nyamuk. Dari pelepasan pertama, keluarganya tidak ada yang panas meski sempat flu. Makin banyak digigit nyamuk? "Mboten, kok, biasa saja," jawab Sarti.

Sambil mengobrol, Heru mengambil air dan menuangkan di ember penetasan. Nur membantu menyiapkan setrip telur nyamuk, pelet, dan tutup ember. "Nyamuk menetas setelah satu minggu. Begitu pelet habis, mereka akan keluar lewat lubang-lubang kecil di ember," kata Heru.

Prosedur serupa berlangsung di semua rumah responden. Sambil memasang perangkat penetasan, Nur menanyai kondisi penghuni rumah. "Nyamuknya, kok, banyak, ya. Gatal," kata Marsidah (36).

"Repellent masih ada? Kalau habis besok kami antar, ya," kata Nur menanyakan obat oles pengusir nyamuk. Obrolan sambil berdiri di halaman itu berlanjut dengan penjelasan Nur. "Kapan digigit? Kalau malam, berarti nyamuk biasa. Nyamuk demam berdarah menggigit pagi atau sore hari. Tetapi, nyamuk Wolbachia tidak menularkan demam berdarah," tambahnya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.