Kompas.com - 30/03/2015, 07:21 WIB
Ilustrasi menyikat gigi. ShutterstockIlustrasi menyikat gigi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Banyak orang yang sudah menyadari bahwa perawatan gigi yang buruk berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski begitu, ternyata kebiasaan menyikat gigi secara rutin tanpa disengaja dilakukan secara salah sehingga tidak efektif.

Berikut beberapa kesalahan yang mungkin sering Anda lakukan saat menyikat gigi.

1. Tidak membersihkan pada waktu yang tepat
Anjuran menyikat gigi dua kali sehari mungkin sudah Anda tepati. Tapi, apakah dilakukan pada waktu yang tepat? Biasanya orang menyikat giginya saat mandi, padahal yang benar adalah sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur. Sisa-sisa makanan yang menempel lama di gigi akan membuat bakteri lebih cepat berkembang biak.

2. Menggunakan sikat gigi yang salah
Penggunaan sikat gigi yang lembut dapat menjangkau bagian sela-sela gigi hingga menyentuh bagian gusi, dan dapat mengangkat plak yang menempel. Jika plak pada gigi tidak hilang, lambat laun akan meningkatkan risiko munculnya penyakit gusi.

Menggosok dengan menggunakan bulu sedang atau bulu keras dan disertai dengan tekanan yang berlebihan, akan menyebabkan gusi mengalami abrasi sehingga akan memperlihatkan bagian permukaan akar gigi Anda. Hal ini bukan hanya membuat gigi menjadi sensitif (gampang terasa ngilu), tapi juga lubang kecil di gigi.

3. Melupakan obat kumur
Pasta gigi dan sikat yang Anda gunakan tidak dapat menghilangkan plak akibat sisa makanan yang menempel pada rongga mulut. Anda perlu menggunakan obat kumur yang bebas alkohol namun mengandung hydrogen peroksida. Namun bila Anda tidak biasa menggunakan obat kumur, berkumur dengan air saja sudah baik daripada tidak sama sekali.

4. Melakukan teknik yang salah
Kebanyakan orang menggunakan sikat gigi dalam posisi yang lurus, namun kondisi ini tidak akan memberikan hasil yang optimal. Sebaiknya posisi yang baik saat menggunakan sikat gigi berada pada sudut 30 – 45 derajat saat menyentuh area gusi dalam rongga mulut Anda. Putar pergelangan tangan dalam gerakan melingkar agar lebih efektif untuk menghilangkan plak.

Saat Anda mulai bergerak menuju bagian belakang gigi, ubah posisi sikat gigi secara vertikal untuk dapat menjangkau seluruh bagian gigi. Selain itu, Anda perlu lebih fokus pada bagian belakang mulut karena biasanya pada bagian itulah plak lebih banyak berkumpul.

5. Tidak mengganti sikat gigi
Disarankan untuk segera mengganti sikat gigi Anda setiap 3 atau 4 bulan sekali. Menurut studi di Inggris, terdapat lebih dari 10 juta bakteri pada sikat gigi yang biasa Anda gunakan. Bulu sikat yang tidak pernah diganti akan mengakibatkan pengangkatan plak dan bakteri menjadi tidak efektif. Jika Anda sudah mulai merasakan rasa sakit akibat sikat gigi yang digunakan, segeralah ganti. Karena bakteri dan virus yang melekat pada bulu sikat akan berpotensi kembali untuk menginfeksi.

6. Mengabaikan seluruh bagian mulut
Tanpa Anda sadari, lidah dalam rongga mulut dapat menjadi perangkap bagi berbagai jenis bakteri yang berbahaya. Selain itu makanan yang dimakan dapat dengan mudah terjebak pada celah-celah di permukaan lidah, yang biasa dikenal sebagai papila. Oleh sebab itu selain gigi, lidah pun juga perlu diperhatikan kebersihannya agar rongga mulut Anda tetap terjaga dengan baik. (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Enosimania
Enosimania
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.