Kompas.com - 28/04/2015, 08:08 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Rutinitas dan kesibukan sehari-hari sering membuat kita abai terhadap perubahan yang terjadi dalam 10 tahun terakhir ini pada tubuh. Namun, jam biologis tubuh tak bisa dihambat dan tiba-tiba saja tanda menopause mulai datang.

Rata-rata menopause terjadi pada usia 52 tahun, tetapi ada pula wanita yang mengalami perimenopause, yakni masa transisi yang terjadi di awal usia 40 tahunan atau pertengahan 30 tahunan.

Fase ini sangat dipengaruhi oleh perubahan hormon, utamanya hormon estrogen yang meningkat dan menurun secara tidak teratur.  Mungkin tiba-tiba menstruasi Anda terlambat dan ketika dicek bukan tanda kehamilan. Ini merupakan tanda paling sering yang dialami di masa perimenopause.

Berikut 10 gejala perimenopause yang terjadi pada tubuh wanita menjelang ketidaksuburan permanen.

Menstruasi tidak teratur
Efek perubahan hormon mempengaruhi ovarium melepas sel telur dan ini bisa membuat menstruasi Anda lebih lama atau lebih pendek, bahkan tidak terjadi sama sekali dalam beberapa bulan. Ini bisa jadi merupakan tanda gejala awal atau terlambat akan perimenopause.

Tidak terjadinya menstruasi selama tiga bulan atau lebih ataupun menstruasi yang sangat banyak, biasanya dikaitkan dengan kelelahan atau napas pendek sebaiknya diperiksa dokter, terutama jika Anda berusia di bawah 40 tahun.

Kegerahan
Tiba-tiba merasa kepanasan dan berkeringat? Ini umum terjadi dalam perimenopause. Durasi dan intensitasnya dapat beragam sepanjang siang atau malam hari. Kondisi ini seringkali menjadi penyebab insomnia dan gangguan tidur pada wanita.

Serangan panas ini terjadi akibat fluktuasi hormonal dan bisa berbeda pada tiap wanita. Kondisi tersebut terjadi antara dua sampai lima belas tahun lamanya. Siasati dengan menggunakan pakaian yang nyaman, mengurangi kelebihan berat badan, membatasi alkohol, atau makanan panas, juga bisa mengurangi gejalanya.

Perubahan suasana hati
Walau Anda sebenarnya orang yang penyabar, namun di masa pramenopause bukan tidak mungkin Anda akan merasa mudah marah, emosi sesaat, atau cemas. Perubahan temperamen ini akibat hormon yang naik-turun.

Kurangnya kualitas tidur pun dapat berpengaruh dalam mudah berubahnya suasana hati. Karenanya, cobalah olahraga rutin dan pola makan sehat untuk memastikan tingkat gula darah Anda stabil karena dapat membantu mengatasi masalah ini.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.