Memenuhi Kecukupan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Kompas.com - 12/05/2015, 14:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kualitas kesehatan seseorang ditentukan asupan gizi saat dalam kandungan dan masa usia balita. Orangtua perlu memberikan makanan yang tepat bagi anak, terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya.

Kecukupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan, atau sejak anak dalam masa kandungan (9 bulan) sampai ia berusia 2 tahun sering disebut juga dengan istilah periode emas atau window of opportunity.

Jika kesempatan itu tidak dimanfaatkan bisa menimbulkan beban ganda masalah gizi, yakni anak kurang gizi, lambat berkembang, mudah sakit, kurang cerdas, serta saat dewasa kegemukan dan beresiko besar mengalami penyakit tidak menular.

Dalam buku Sehat & Bugar Berkat Gizi Seimbang disebutkan, penelitian gizi jangka panjang di Guatemala terhadap 1.424 orang dewasa yang diteliti sejak mereka masih berusia anak-anak (0-7 tahun) terungkap pengaruh pemenuhan gizi sejak dini.

Mereka yang mendapat perbaikan gizi pada usia di bawah dua tahun, ternyata menikmati kesempatan kerja dengan penghasilan tertinggi dibandingkan dengan yang mendapat perbaikan gizi di usia lebih lambat, yakni di bawah tiga tahun dan di atas 3 tahun.

Ini berarti sejak sebelum hamil, calon ibu wajib memenuhi kebutuhan gizi untuk janin yang akan dikandungnya. Kemudian setelah lahir, agar tumbuh kembang anak lebih prima dan sempurna, diperlukan pola asuh yang baik.

Saat anak usia 0-6 bulan ibu seharusnya memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif. ASI menyediakan kebutuhan energi dan zat gizi bagi bayi.

Di usia 6 bulan, anak mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, berupa makanan dan minuman yang diberikan secara beragam kepada bayi selain ASI. Tentu saja pemberian MPASI perlu dilakukan bertahap, dari makanan bertekstur lunak, lembek, hingga padat, sesuai dengan tingkat usia bayi.

Produk Fortifikasi

Berdasarkan acuan Label Gizi Produk Pangan yang dirilis oleh BPOM (2007), kebutuhan energi bayi usia 6 bulan meningkat hingga 1.5 kali, kebutuhan proteinnya meningkat 2 kali lipat, kebutuhan karbohidratnya meningkat 2.4 kali dan kebutuhannya akan zat besi meningkat 26 kali lipat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X