Kompas.com - 12/06/2015, 18:15 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pria pertama yang berhasil menjalani transplantasi penis akan menjadi ayah setelah baru-baru ini mengumumkan kehamilan pacarnya. Kehamilan itu mengonfirmasi kesuksesan operasi dan organ berfungsi normal.

Berita bahagia itu diumumkan oleh para dokter di Stellenbosch University, Cape Town, Afrika Selatan yang melakukan operasi tersebut. Operasi dipimpin oleh Prof. Andre van der Merwe, kepala divisi urologi. Ia mengatakan pasien berusia 21 tahun ini baru-baru ini memberi informasi perihal kehamilan itu. Sementara operasi baru dilakukan Desember 2014.

Operasi berdurasi sembilan jam itu dilakukan di Rumah Sakit Tygerberg, Cape Town menggunakan penis donor. Pria Afrika Selatan yang tak disebutkan namanya itu kehilangan satu cm ujung penisnya setelah tiga tahun lalu mengalami kegagalan sunat.

Prof. Frank Graewe yang melakukan operasi tersebut mengatakan,"Ia memiliki ereksi bagus, berejakulasi dan sering melakukan hubungan seks dengan pacarnya." Para dokter saat ini juga mendekati para donor untuk memungkinkan pria mendapatkan operasi yang sama. Donor penis itu diambil dari pria yang sudah dinyatakan mati otak.

Graewe mengatakan penerima donor mendapatkan organ baru sebagai organ tubuhnya sendiri dan dokter menambahkan warna kulit seperti yang dimiliki pasien. "Tak mungkin 100 persen sama karena bahkan ketika seseorang punya warna kulit yang sama, kompleksi warnanya pasti beda," imbuhnya.

Prof. van der Merwer menghabiskan eksperimen bertahun-tahun pada mayat untuk melihat apakah saraf, pembuluh darah dan elemen lain yang disambungkan benar-benar berfungsi dengan baik. Prosedur operasi dilakukan sebagai pilot study untuk mengembangkan transplantasi penis yang mungkin dilakukan di rumah sakit Afrika Selatan. Perencanaan dan persiapan studi itu dimulai pada 2010.

Setelah meneliti panjang lebar Prof. van der Merwe dan tim bedahnya memutuskan menggunakan teknik yang dikembangkan untuk transplantasi pertama untuk wajah. "Ada sejumlah pria yang akan diuntungkan dari operasi ini. Tetapi masalahnya adalah kekurangan donor dan dana," katanya.

Operasi lanjutan memungkinkan si pria penerima donor buang air kecil dengan normal tanpa bantuan kateter. Para dokter mengatakan rasa percaya diri si pria meningkat dengan pesat setelah operasi tersebut. Si pasien mengalami pemulihan total yang semula diperkirakan dokter akan pulih sekitar Desember 2016. Prof. van der Merwe mengaku terkejut dengan pemulihan total itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.