Kompas.com - 08/08/2015, 11:06 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Meski pun risiko alergi lebih besar pada anak yang memiliki kedua orangtua penderita alergi, namun alergi makanan, khususnya susu sapi, bisa dicegah dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Gejala alergi susu memang tidak spesifik, namun pada umumnya bayi akan mengalami batuk seperti berdahak, saluran hidung mampet, atau eksim di kulit. Menurut Prfo. Yvan Vandenplas, pakar saluran pencernaan dan nutrisi anak dari Belgia, gejala alergi biasanya berkembang dalam dua bulan setelah anak diberikan susu sapi.

"Dugaan alergi susu sapi juga terjadi jika gejala berkembang dua jam setelah menelan produk susu sapi, lebih dari satu organ tubuh yang terlibat, serta ada riwayat alergi dari orangtua atau saudara kandungnya," katanya dalam acara Nutritalk bertema Alergi pada Anak yang diadakan oleh Sari Husada di Jakarta (7/8/15).

Alergi susu sapi pada bayi bisa menyebabkan hambatan tumbuh kembangnya. Penelitian di Amerika Serikat dan Brasil menunjukkan, anak yang alergi susu sapi cenderung lebih pendek dan lebih kurus, terutama jika anak tidak diberikan nutrisi pengganti.

Dr.Zakiudin Munasir, Sp.A, Konsultan ahli alergi imunologi dari RSCM Jakarta menjelaskan, alergi bisa dicegah. "Sistem pertahanan tubuh ada di saluran cerna, karenanya harus diperkuat sehingga jika nantinya kenal dengan protein susu sapi bisa diblok," katanya dalam acara yang sama.

Zakiudin menjelaskan, pemberian ASI eksklusif merupakan pencegahan primer alergi pada bayi. Meski begitu bayi yang mendapat ASI masih ada kemungkinan alergi susu sapi jika ia memang memiliki bakat alergi. "Karena itu dicoba dulu ibu yang menyusui tidak makan atau minum produk susu," katanya.

Sementara itu jika bayi berbakat alergi yang tidak mendapatkan ASI, bisa diberikan susu hipoalergenik atau susu yang terhidrolosisi sejak dini sebagai pencegahan. "Rasa susu ini agak pahit sehingga jika diberikan saat bayi sudah beberapa bulan biasanya tidak doyan," katanya.

Bila terlanjur alergi, langkah pertama yang dilakukan adalah menemukan penyebabnya. Tes paling pas memastikan penyebab alergi adalah mengamati riwayat, tanda, dan gejala alergi, serta tes eliminasi provokasi makanan.

"Anak coba dihindarkan dari makanan yang diduga penyebab alergi sampai gejala alergi hilang. Setelah itu 6 bulan kemudian boleh dicoba diberikan susu sapi, jika masih alergi, dicoba lagi 6 bulan kemudian. Biasanya saat anak usia 2-3 tahun alergi susu sapi akan hilang," kata Zakiudin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.