Kompas.com - 21/08/2015, 11:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com – Anda mungkin berpikir jerawat hanyalah masalah saat remaja atau saat usia 20-an. Akan tetapi, ternyata banyak para wanita berusia sekitar 40 tahun atau lebih dari itu yang masih berurusan dengan masalah jerawat.

Menurut sebuah studi oleh WhatClinic, 88 persen para spesialis perawatan kulit menemukan peningkatan orang dewasa yang melakukan perawatan karena noda di wajah, bintik-bintik, dan jerawat. Sebanyak 27 persen masalah jerawat disebabkan oleh stres dan ketidakseimbagan hormon. Kemudian 15 persen karena pola makan, dan 12 persen karena polusi.

Dokter Terry Loong, ahli hormonal dan alat kecantikan yang juga penulis The Hormonal Acne Solution mengungkapkan, ada banyak hal yang memicu Anda terus berjerawat. Apa saja?

Terlalu banyak makan manis: Salah satunya karena terlalu banyak makan manis atau tinggi gula. Terry menjelaskan, gula dapat meningkatkan produksi minyak dan peradangan sehingga munul jerawat di kulit.

Stres: Saat stres, terjadi peningkatan hormon kortisol yang dapat meningkatkan gula darah, peradangan, dan meningkatkan tekanan darah. Tak hanya itu, stres juga meningkatkan kerusakan pada sel kulit sehingga menyebabkan jerawat. Stres juga memengaruhi kesehatan usus, pencernaan, dan penyerapan nutrisi.

Alergi makanan: Alergi makanan tertentu karena genetik bisa memicu  tumbuhnya jerawat, ruam di kulit, nyeri, hingga tidur terganggu.  Alergi maupun sensitif pada makanan tertentu yang bisa memunculkan jerawat, di antaranya akibat konsumsi  susu, kafein, alkohol, dan kacang

Polusi: Sering terpapar polusi asap kendaraan bermotor bisa menyebabkan  peradangan, penyumbatan pori-pori sehingga meningkatkan risiko berjerawat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketidakseimbangan hormon: Terjadi ketidakseimbangan hormon saat siklus menstruasi, kehamilan dan menopause juga berkaitan dengan munculnya jerawat. Wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik atau gangguan hormonal juga menyebabkan timbulnya jerawat.

Obat: Konsumsi beberapa obat-obatan tertentu ternyata bisa memicu tumbuhnya jerawat. Obat-obatan tersebut di antaranya, jenis kortikosteroid, antikonvulsan, lithium, barbiturat, steroid androgenik, DHEA dan obat-obatan yang mengandung bromida atau iodide.

Kekurangan vitamin D: Kekurangan vitamin D juga dapat mempengaruhi keseimbangan hormon. Ketika Anda kekurangan vitamin D, maka akan terjadi masalah pada perbaikan kulit. Hal ini juga memicu produksi minyak berlebih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
IUGR
IUGR
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.