Kompas.com - 22/09/2015, 09:03 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Banyak penelitian yang membahas tentang gangguan kesehatan akibat kurang tidur, tapi hanya sedikit yang membahas tentang sebaliknya, yaitu efek tidur berlebihan. Kini, studi terbaru menemukah bahwa kurang tidur dan terlalu banyak tidur meningkatkan inflamasi, respon kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan obesitas, sakit kronis, depresi, dan diabetes, ditambah dengan kadar tembaga dalam darah.

Para peneliti menguji konsentrasi serum mikronutrien, terutama tembaga, dalam darah orang-orang yang tidur berlebihan (lebih dari 10 jam per hari). Mereka menemukan bahawa tingginya kadar tembaga berkaitan dengan panjangnya durasi tidur. Sebelumnya, konsentrasis erum mikronutrien dihubungkan dengan penurunan fungsi fisik dan kesehatan pada orang tua, jugapada masalah kesehatan lainnya.

Kadar tembaga dalam darah dapat mengindikasikan berbagai hal tentang kesehatan kita. Contohnya, orang dewasa memiliki sekitar 50- 80 miligram tembaga dalam tubuh mereka, yang berada di otot atau hati. Tembaga membantu tubuh membuat melanin, tulang dan jaringan ikat.

Gaya hidup seperti diet dan olahraga dapat memengaruhi kadar tembaga,  juga pemusatan mikronutrien dalam tubuh. Terlalu banyak tembaga bisa menjadi racun bagi organ, membunuh sel hati and mematikan sistem saraf. Dan juga bisa mengganggu keseimbangan dalam zinc dan besi dalam tubuh.

Tingginya konsentrasi serum tembaga juga dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan stress. Sehingga, para peneliti harus memperhitungkan ini. Walaupun demikian, mereka menemukan bahwa tidak ada hubungannya dengan penyakit jantung.

“Meski demikian, ketika partisipan dengan penyakit kardiovaskular diambil, hasilnya tetap tidak berubah,” ujar Maria Luojus selaku penulis penelitian tersebut dalam press release nya. “Hubungan antara konsentrasi serum tembaga dan durasi tidur bertahan secara independen dari penyakit kardiovaskular tersebut”.

Penelitian lainnya akan diselesaikan untuk menguji hubungan aatara tidur berlebihan, kadar tembaga dan inflamasi. Namun penelitian sebelumnya sudah membuktikan bahwa, tidur pada umunya sangat penting untuk kesehatan kita,  mengurangi durasi tidur yang seharusnya (7 sampai 8 jam) dapat meningkatkan inflamasi pada wanita dengan penyakit jantung, mengganggu sistem imun, merusak ingatan dan menyebabkan kecemasan serta depresi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti mengonsumsi makanan atau bahkan berolahraga, setiap orang tentu melakukannya dengan berbeda. Tapi, ada kebahagiaan rata-rata yang bisa diperoleh dari tidur. Menurut National Sleep Foundation, para remaja seharusnya tidur 8-10 jam per malam, sedangkan mereka yang lebih dewasa seharunya tidur hingga 9 jam per malam.

Mereka yang berusia lebih tua, dengan usia 65 tahun ke atas umumnya membutuhkan tidur lebih sedikit, 7-8 jam. Untuk menjaga kualitas tidur, usahakan untuk tidur 8 jam per malam, Anda akan merasakan perubahannya, bukan hanya Anda akan lebih merasa berenergi, tapi juga efek jangka panjang untuk tubuh Anda. (Muthia)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.