Kompas.com - 18/10/2015, 14:11 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi

Oleh J Galuh Bimantara

KOMPAS.com - Kunci utama menurunkan tingkat keparahan diabetes melitus pada pasien bukanlah obat ataupun metode operasi yang semakin canggih, melainkan kedisiplinan pasien untuk menjalankan gaya hidup sehat serta menurunkan bobot tubuh hingga tingkatan ideal. Namun, menuntut kedisiplinan pasien tersebut juga merupakan tantangan terbesar bagi para dokter untuk mencegah keparahan.

 

Dokter spesialis konsultan endokrin-metabolik-diabetes pada Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta, Benny Santosa, mengatakan, dengan hanya menjalankan diet, pasien bisa menurunkan 15 persen kadar gula dalam darah dan hanya dengan olahraga teratur juga menurunkan 15 persen. "Jika kedua hal itu dilakukan, pasien berarti dapat menurunkan 30 persen gula darah," kata Benny dalam Third Scientific Symposium and Workshop Endocrine Update: "Management of Thyroid and Metabolic Disorder", Sabtu (17/10), di Jakarta.

 

Keputusan pasien menjadi penentu keberhasilan pasien. Benny mengatakan, di awal, pasien kebanyakan masih mematuhi nasihat dokter untuk menjalankan gaya hidup sehat, terutama untuk mencegah mengonsumsi nutrisi yang meningkatkan kadar gula darah. Pasien biasanya takut dengan risiko jika diabetes semakin parah, antara lain amputasi kaki diabetik dan stroke. Namun, setelah beberapa bulan, pasien kemungkinan besar lupa dengan ketakutan tersebut sehingga tidak disiplin diet.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama pasien tidak disiplin, terapi sampai kapan pun tidak akan berhasil," ujar Benny. Menurut dia, hingga saat ini pun belum ada obat yang aman guna menurunkan nafsu makan pasien dan mencegah pasien terlalu banyak makan.

 

Profesor Mathias Brendel dari Third Medical Department University Hospital Giessen, Jerman, mengatakan, diabetes melitus tipe 2 saat ini merupakan beban global. Saat ini, menurut International Diabetes Federation, terdapat sekitar 387 juta pasien diabetes di seluruh dunia dan diperkirakan terus naik menjadi 592 juta pasien pada 2035. Diabetes melitus kemungkinan meningkatkan risiko kematian dua kali lipat atau memicu kematian 5 juta pasien dengan penyakit kardiovaskular setiap tahun.

 

Karena itu, menurut Benny, langkah terbaik bagi para dokter sekarang adalah tetap memberikan edukasi pentingnya diet dan olahraga teratur bagi pasien. Olahraga yang dilakukan tidak perlu berat, seperti lari maraton dan angkat besi.

 

"Cukup jalan kaki dengan irama militer selama 30 menit," ucap Benny. Namun, olahraga tersebut harus rutin, setidaknya lima kali dalam seminggu.

 

Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif pada RS Gading Pluit, Peter Ian Limas, menambahkan, kedisiplinan pasien untuk menjalankan gaya hidup sehat pun tetap dibutuhkan walaupun pasien sudah menjalani bedah bariatrik untuk mengatasi sindrom metabolik. Bedah bariatrik tidak bisa sepenuhnya menurunkan bobot tubuh pasien hingga tingkatan ideal. Agar mencapai yang ideal, pasien harus mengupayakan sendiri pola diet dan olahraga teratur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.