Kompas.com - 25/11/2015, 19:10 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Disfungsi ereksi atau kegagalan mendapatkan ereksi adalah momok yang menakutkan bagi para pria. Kondisi ini bisa menurunkan rasa percaya diri, bahkan gangguan psikologis. Diperlukan dukungan yang tepat dari pihak istri.

Disfungsi ereksi pada pria bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari adanya gangguan pada pembuluh darah akibat penyakit kronik, stres, kadar testosteron yang rendah, hingga masalah yang belum terselesaikan dengan pasangan.

Menurut psikolog Tara de Thouars, pria yang mengalami disfungsi ereksi atau penurunan libido rentan mengalami masalah psikologi seperti depresi, kecemasan, dan stres, yang bisa berujung pada permasalahan dengan pasangannya.

"Saat mengalami masalah dengan ereksinya, pria bisa merasa insecure tentang diri sendiri, merasa tidak kompeten sebagai pria, dan merasa diri kurang jika dibandingkan dengan pria lain," kata Tara.

Di lain pihak, seorang pria juga akhirnya cenderung menghindari melakukan kontak fisik atau berhubungan intim dengan pasangannya atau merasa bersalah dengan pasangannya.

Sementara pasangan atau istrinya akan merasa tidak menarik, merasa tidak dicintai, dan juga merasa bersalah karena tidak bisa membuat pasangan terangsang.

Tara mengatakan, sebenarnya kondisi itu bisa dicegah jika kedua belah pihak mau saling terbuka membicarakannya. "Cari waktu yang betul-betul tepat, jangan pada saat itu juga dibahas di tempat tidur karena suaminya juga pasti stres. Tunggu saat suasananya enak dan mood-nya lagi baik," ujar psikolog dari Sanotarium Dharmawangsa ini.

Selain itu, pihak istri juga sebaiknya tidak memulai pembicaraan dengan menuduh suaminya. "Jangan memakai kata-kata yang menuduh, misalnya curiga jika suaminya tidak terangsang karena selingkuh dan sebagainya," katanya.

Pria pun harus memahami bahwa disfungsi ereksi bisa dialami setiap pria. "Disfungsi ereksi atau libido rendah adalah sesuatu yang wajar. Jangan sekali saja tidak bisa langsung merasa tidak berguna," saran Tara.

Dengan membahas masalah ini, suami istri bisa saling mendukung untuk mencari solusi. "Sebelum bertambah parah harus segera mencari solusi sehingga lebih cepat happy," katanya.

Gangguan ereksi adalah sesuatu yang bisa diatasi dengan mengetahui penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter karena saat ini ada banyak obat yang telah terbukti menolong banyak pria.

Meski begitu, dr.Nugroho Setiawan spesialis andrologi, menyarankan agar pria tidak mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat kuat.

"Kita harus tahu akar permasalahannya agar pengobatan lebih efektif dan kualitas hidup bisa diperbaiki. Waspadai obat-obatan kuat dari herbal, apalagi kalau hasilnya instan," kata Nugroho.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.