Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/12/2015, 15:57 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Para ahli masih memperdebatkan boleh atau tidaknya kita melakukan sit up. Olahraga yang banyak dilakukan untuk mengecilkan perut ini disebutkan mungkin merusak tulang belakang kita.

Pelatih pribadi dan penasihat militer di Amerika Serikat percaya bahwa sit up berbahaya. Pasalnya, gerakan ini menekan terlalu banyak tulang belakang.

Mereka mengatakan, pria dan wanita harus menggantinya dengan gerakan plank. Di posisi plank badan kita tetap berada di atas dari keadaan menekan ke bawah.

Angkatan darat AS sudah menugaskan 10.000 tentara melakukan uji awal kebugaran fisik yang sudah direvisi dan tak termasuk sit up.

Dalam sebuah studi ditemukan 56 persen dari semua masalah yang dialami prajurit terkait uji kebugaran lama adalah gara-gara sit up.

Lalu, sebuah editorial di Navy Times yang meliput soal angkatan laut AS baru-baru ini menyerukan agar sit up dilarang sama sekali.

Mereka menyebut sit up sebagai olahraga kuno yang di zaman sekarang merupakan penyebab cedera tulang belakang bawah. Angkatan laut saat ini juga sedang mempertimbangkan persyaratan kebugarannya.

Korps marinir AS juga sedang mempertimbangkan standar komposisi tubuh dan kebugaran fisik dalam usahanya memperbaiki kebugaran dan mengurangi cedera. Para komandan mereka melakukan pertimbangan itu dan akan mempresentasikan penemuan mereka pada Juli 2016.

Jenderal Robert Neller, komandan korps marinir, mengatakan, "Pada akhir review, keadaan akhir bagi program kebugaran fisik korps marinir adalah yang menjamin kesehatan dan kebugaran keseluruhan bagi korps kami."

Angkatan bersenjata Kanada sudah melakukan hal ini dan menghilangkan sit up. Prajurit saat ini berlatih mengangkat karung pasir seberat 22 kg.

Stuart McGill, profesor biomekanik tulang belakang dari University of Waterloo di Kanada, mengatakan, lusinan studi membuktikan sit up dapat menekan ruas-ruas di tulang belakang.

Selama bertahun-tahun tekanan di ruas tulang belakang menekan saraf. Hal ini menyebabkan nyeri dan dapat mendatangkan terjadinya hernia.

Pete McCall, juru bicara American Council on Exercise, mengatakan, sit up adalah olahraga antik yang paling baik ditaruh di keranjang sampah sejarah kebugaran.

Tony Horton, pencipta seri video olahraga P90X yang popular, mengatakan telah melarang crunches dan sit up juga.

Ia berkata, "Saya benar-benar percaya bahwa crunch tradisional dan antik sudah melewati masa-masanya yang indah dan saat ini kita harus membuat perubahan."

Banyak tren olahraga yang dimulai di AS mulai digemari di Inggris juga. Artinya, pada akhirnya para ahli di Inggris pun akan menghilangkan sit up juga.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, lebih kurang 80 persen orang dewasa di AS mengalami nyeri punggung bawah pada beberapa waktu hidup mereka.

Survei baru-baru ini membuktikan, lebih dari seperempat orang dewasa mengalami nyeri tulang belakang bawah beberapa kali dalam tiga bulan terakhir.

Nyeri tulang belakang bawah menjadi lebih banyak dialami orang modern. Studi pada 1990 menempatkan nyeri tulang belakang menjadi penyakit keenam yang paling membebani di AS.

Pada 2010, penyakit itu menempati posisi ketiga di bawah penyakit jantung iskemik dan penyakit paru obstruktif kronik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Daily Mail
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+