Kompas.com - 28/01/2016, 11:05 WIB
Ilustrasi pengobatan herbal ShutterstockIlustrasi pengobatan herbal
|
EditorBestari Kumala Dewi
CIKARANG, KOMPAS.com - Obat-obatan herbal bisa setara dengan obat kimia yang digunakan untuk mengobati penyakit. Akan tetapi, perlu riset mendalam dan uji klinis seperti halnya membuat obat kimia.

"Jika dilakukan riset dan diproses dengan teknologi modern, obat herbal tidak kalah dengan obat kimia," ujar Executive Director DLBS (Dexa Laboratories of Biomolecular Science) PT Dexa Medica, Dr. Raymond R Tjandrawinata, dalam diskusi di kawasan industri Dexa Medica di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (27/1/2016).

Adapun, obat tradisional dari bahan alami yang telah diuji khasiat dan keamanannya itu disebut fitofarmaka.

Menurut Raymond, Indonesia perlu banyak memroduksi obat fitofarmaka. Alasannya, Indonesia memiliki kekayaan alam berlimpah dengan ribuan tanaman obat. Para ilmuwan dari luar negeri pun banyak yang mencari bahan baku aktif obat herbal di Indonesia.

"Indonesia butuh sekali fitofarmaka. Kita harus mengurangi impor kimia sesuai program pemerintah, yaitu kemandirian bahan baku aktif obat nasional," jelas Raymond.

Meski tanaman obat telah dipercaya khasiatnya secara turun-temurun, riset tetap harus dilakukan untuk menghasilkan banyak fitofarmaka. Riset diperlukan, untuk mengambil kandungan dari bahan alami yang lebih spesifik untuk mengobati.

Riset dan uji klinis juga dilakukan untuk mendapat dosis yang pas untuk dikonsumsi manusia sebagai obat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama ini, menggunakan bahan baku alami secara turun temurun untuk tindakan preventif dan promotif. Kalau diriset dengan teknologi modern untuk mengobati penyakit," terang Raymond.

Sayangnya, saat ini baru ada tujuh obat fitofarmaka. Lainnya, yaitu 43 herbal terstandar dan sekitar 9000 jamu. Menurut Raymond, fitofarmaka seharusnya juga masuk dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.