Kompas.com - 12/03/2016, 09:00 WIB
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Kekerasan emosional yang dialami saat seseorang masih anak-anak
terkait erat dengan keluhan migrain pada orang dewasa.

Menurut penelitian, orang yang pernah menjadi korban kekerasan, baik itu fisik,
emosional, atau seksual, 55 persen lebih mungkin mengalami migrain dibandingkan
dengan yang tidak pernah mengalami kekerasan.

Meski demikian, kekerasan emosional berperan lebih besar, sekitar 52 persen,
pada keluhan migrain yang dirasakan.

"Kekerasan emosional memiliki kaitan yang lebih kuat dengan peningkatan migrain.
Kekerasan di masa anak-anak memang berdampak jangka panjang pada kesehatan dan
kesejahteraan mental," kata peneliti Gretchen Tietjen dari Universitas Toledo,
Ohio, AS.

Migrain merupakan penyebab di balik berbagai keluhan, mulai dari nyeri kepala
hingga mual. Para ilmuwan menemukan, kelebihan radikal bebas merupakan penyebab
utama nyeri kepala.

Kelebihan itu menyebabkan ketidakseimbangan di tubuh yang disebut dengan stres
oksidatif, yakni saat kekurangan antioksidan untuk menghilangkan radikal bebas.

Kekerasan
Dalam penelitian mengenai kaitan migrain dan kekerasan pada anak, dilibatkan
14.484 orang berusia 24-32 tahun. Sekitar 14 persen responden didiagnosis
migrain.

Kekerasan fisik didefinisikan sebagai pukulan, tendangan, atau menjatuhkan ke
lantai, dinding, atau tangga, yang diterima seorang anak. Kekerasan seksual meliputi sentuhan seksual atau hubungan seksual.

Pada responden yang didiagnosis migrain, sekitar 61 persen mengaku pernah
menjadi korban kekerasan saat kecil. Sementara itu pada mereka yang tidak pernah
menderita migrain, 49 persen mengaku pernah mengalami kekerasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.