Kenali Bahaya Bakteri Antraks

Kompas.com - 16/03/2016, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Puluhan orang di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dilaporkan terkena antraks karena memakan daging atau kontak dengan daging yang terinfeksi antraks.

Antraks adalah penyakit yang serius, bahkan dapat mematikan, yang disebabkan oleh infeksi Bacillus anthracis. Bakteri ini bisa menghasilkan spora yang bisa menyebarkan infeksi.

Kebanyakan kasus antraks terjadi pada hewan ternak, misalnya sapi, domba, kuda, atau kambing. Spora antraks di tanah bisa menginfeksi hewan ternak yang memakan tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.

Penularan antraks pada industri peternakan di negara maju sudah sangat jarang karena ternak di sana sudah mendapat vaksin antraks.

Infeksi antraks memiliki tiga tipe, yakni lewat kulit ketika spora masuk melalui luka, lewat pernapasan akibat menghirup spora antraks, atau melalui pencernaan karena mengonsumsi daging yang terkontaminasi.

Penyakit antraks tidak menyebar antar orang. Karenanya kita tidak memerlukan vaksinasi antraks, kecuali ada sumber infeksi yang sama.

Gejala antraks bervariasi tergantung tipe infeksi yang kita alami.

Pada infeksi antraks lewat kulit akan menimbulkan gejala gatal, bentol di tubuh, serta melepuh di kulit. Pembesaran kelenjar limfa, sakit kepala, dan demam, terkadang juga dialami. Gejala ini timbul sekitar 5-7 hari pasca paparan spora.

Antraks yang menular lewat saluran napas menyebabkan munculnya gejala 1-7 hari setelah paparan. Pada awalnya, pasien akan mengalami gejala mirip flu, yakni demam ringan dan tenggorokan sakit.

Kesulitan bernapas dan demam tinggi baru timbul sekitar 1-5 hari kemudian. Tanpa pertolongan segera, pasien bisa mengalami syok dan kematian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber WEBMD
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X