Kompas.com - 18/05/2016, 10:05 WIB
Ilustrasi today.comIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Anda tahu aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan dan menjauhkan penyakit seperti masalah jantung dan diabetes. Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengurangi risiko kanker, kata sebuah studi baru yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine.

 

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa orang-orang yang aktif secara fisik cenderung memiliki tingkat risiko kanker usus besar, payudara dan endometrium yang lebih rendah.

 

Olahraga juga dapat menurunkan tumor usus dengan mempercepat transit kotoran melalui saluran pembuangan. Aktivitas fisik juga dapat menurunkan kadar estrogen, yang dikenal untuk berkontribusi pada kanker payudara dan tumor endometrium.

 

Dalam upaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana olahraga dan kanker berinteraksi, tim yang dipimpin oleh Steven Moore, seorang ahli epidemiologi kanker di National Cancer Institute, malakukan pooling data dari 1. 4 juta orang untuk melaporkan tingkat aktivitas fisik mereka selama 11 tahun.

 

Moore mencocokkan catatan latihan masyarakat ini dengan kemungkinan risiko  26 jenis kanker yang berbeda.

 

Data berasal dari 12 studi yang berbeda dari berbagai populasi masyarakat AS dan Eropa. Secara keseluruhan, ditemukan bahwa orang-orang yang rutin berolahraga memiliki risiko terkena kanker, tujuh persem lebih rendah dari mereka yang jarang berolahraga.

 

Penurunan risiko terutama mencolok untuk 13 jenis kanker. Orang-orang yang sangat aktif berolahraga, memiliki rata-rata risiko 20 persen lebih rendah terkena kanker kerongkongan, paru-paru, ginjal, lambung, endometrium dan lain-lain dibandingkan dengan orang-orang yang jarang berolahraga.

 

Angka penurunan risiko sedikit lebih rendah untuk kanker usus besar, kandung kemih, dan payudara.

 

"Semua orang tahu aktivitas fisik mengurangi risiko penyakit jantung," kata Moore. "Yang kami tekankan di sini adalah bahwa aktivitas fisik juga dapat mengurangi risiko kanker.”

 

Kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti, tetapi jika orang memahami bahwa aktivitas fisik dapat memengaruhi risiko kanker, maka sangat mungkin ini akan memotivasi untuk menjalani gaya hidup aktif.

 

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.