Kompas.com - 05/06/2016, 20:27 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Selain itu, peningkatan risiko diabetes ketoasidosis  juga bisa terjadi karena pengurangan dosis insulin berlebihan, berdasarkan pada asumsi bahwa asupan makanan berkurang selama sebulan.

4. Dehidrasi dan trombosis
Batasan asupan cairan selama puasa, terutama jika berkepanjangan, merupakan penyebab dehidrasi. Dehidrasi dapat menjadi parah di iklim panas dan lembab dan di antara individu-individu yang melakukan kerja fisik yang berat.


Manajemen Berpuasa
Bagi penderita diabetes, kesadaran untuk mengatur hal-hal yang diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi seperti di bawah ini, sangat diperlukan.

Tak kalah pentingnya adalah Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa, pada saat berpuasa terutama jika terjadi gangguan kesehatan, dan memeriksakan diri lagi setelah Ramadhan berlalu.

1. Pantau kadar glukosa lebih sering
Sangat penting bahwa pasien memiliki sarana untuk memantau kadar glukosa darah mereka beberapa kali sehari. Hal ini sangat penting pada pasien dengan diabetes tipe 1 dan pada pasien dengan diabetes tipe 2 yang membutuhkan insulin.

2. Pengaturan nutrisi
Pola makan selama bulan Ramadhan seharusnya tidak berbeda pola makan yang sehat dan seimbang sehari-hari. Tujuannya adalah mempertahankan massa tubuh yang konstan.

Karena adanya penundaan proses cerna selama Ramadhan, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks mungkin disarankan pada sahur, sementara makanan dengan karbohidrat yang lebih sederhana mungkin lebih tepat di makan saat berbuka.

Perbanyak asupan cairan selama jam-jam tidak berpuasa dan makan sahur selambat mungkin sebelum dimulainya waktu berpuasa.

3. Olahraga
Pertahankan tingkat aktivitas fisik yang normal. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan karena dapat menyebabkan risiko hipoglikemia menjadi lebih tinggi.

4. Berbuka puasa
Semua orang dengan diabetes harus memahami bahwa mereka harus selalu dan segera mengakhiri puasa jika glukosa darah <60 mg/dl [3,3 mmol/l], inilah saat hipoglikemia terjadi.

Puasa juga sebaiknya dibatalkan jika glukosa darah mencapai <70 mg / dl (3,9 mmol/l) dalam beberapa jam pertama setelah dimulainya puasa, terutama jika penggunaan insulin dilakukan pada dini hari.

Begitupun jika glukosa darah melebihi 300 mg/dl (16,7 mmol/l), segera batalkan puasa Anda. Pasien harus menghindari puasa pada saat-saat sakit.

5. Penilaian medis pra-Ramadhan
Semua pasien dengan diabetes yang ingin berpuasa selama bulan Ramadhan harus menjalani persiapan yang diperlukan untuk melakukan puasa seaman mungkin. Ini termasuk konseling dan penilaian medis oleh dokter Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.