Kompas.com - 14/06/2016, 17:35 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tato yang dilukis di tubuh umumnya bersifat permanen atau tidak bisa hilang. Tato tersebut akan melekat di kulit seumur hidup. Tapi, bagaimana jika tiba-tiba berubah pikiran atau ada tuntutan untuk menghilangkan tato tersebut?

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Pondok Indah-Puri Indah Suksmagita Pratidina mengungkapkan, tato bisa dihilangkan dengan metode laser, yaitu dengan pemberian gelombang panas pada kulit.

"Tapi tato tidak bisa hilang 100 persen. Kalau tato warna hitam, masih tersisa 5-10 persen. Sedangkan tato warna warni seperti merah, oranye, itu sisanya bisa 30 persen. Tetapi hanya samar saja terlihatnya," kata Gita di Jakarta, Senin (13/6/2016).

Gita mengatakan, pigmen tato tidak bisa dihancurkan oleh kulit, sehingga butuh bantuan laser untuk menghancurkan pigmen tersebut.

Laser akan menembakkan gelombang panas ke dalam kulit, kemudian menghancurkan pigmen tato menjadi partikel yang sangat kecil di kulit atau seperti debu. Ketika sudah jadi partikel kecil, baru bisa dihilangkan oleh kulit.

"Bisa diambil sel makrofak, itu seperti sel dalam kulit yang membuang sampah-sampah dan bisa hilang di saluran limfatik," terang Gita.

Gelombang panas yang ditembakkan ke dalam kulit pun bervariasi, mengikuti kedalaman pigmen tato yang dipasang. Menurut Gita, penggunaan laser akan lebih mudah jika tato dibuat oleh orang profesional.

"Tato profesional mengatur kedalaman pigmen sama rata. Kalau yang engga profesional berbeda-beda kedalaman pigmen tatonya," kata Gita.

Selain itu, pemberian gelombang panas dari laser juga disesuaikan dengan warna kulit pasien. Misalnya, pasien dengan kulit putih akan mendapat energi laser lebih ringan dibanding kulit cokelat. Hal ini untuk menghindari pemberian energi berlebihan yang dapat merusak pigmen kulit asli.

Gita mengatakan, untuk menghilangkan tato secara maksimal diperlukan minimal 4 kali laser. Dalam satu kali laser, warna tato sudah berkurang 20-30 persen. Jeda pemberian laser pertama dan kedua pun cukup lama, yaitu minimal setelah 1 bulan. Ini karena mengikuti siklus pergantian kulit 28 hari sekali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.