Kompas.com - 18/06/2016, 15:56 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyakit hati bisa disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B, C, dan A, kebiasaan minum alkohol berlebihan, hingga kelebihan lemak hati. Lambat laun, bisa terjadi sirosis atau kerusakan hati karena rusaknya sel-sel di hati.

Jika tidak segera diobati bisa terjadi kerusakan secara permanen. Perhatikanlah kesehatan tubuh Anda. Jangan abaikan jika terjadi perubahan yang tidak sehat pada tubuh. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai terjadinya kerusakan hati seperti dikutip dari Boldsky.com.

1. Warna urine gelap

Pernahkah Anda selalu memperhatikan warna urine dan tinja? Perubahan warna bisa menjadi tanda penyakit tertentu. Jika urine berwarna gelap dan berbusa, serta tinja cair dan pucat, waspadai adanya kerusakan hati.

2. Asam lambung naik

Asam lambung naik bisa dipicu oleh konsumsi makanan yang terlalu asam. Jika hanya terjadi beberapa kali masih terbilang normal. Namun, jika refluks asam terus terjadi tanpa alasan yang jelas, diikuti mual dan muntah, bisa jadi tanda kerusakan hati.

3. Tubuh gatal

Tidak punya alergi dan masalah kulit, tetapi tubuh terasa sangat gatal merupakan tanda-tanda peringataan adanya kerusakan hati. Tubuh terasa gatal karena terjadi perubahan hormonal. Jangan ditunda, segera periksa ke dokter jika mengalami masalah ini.

4. Mudah memar

Tanda lain dari kerusakan hati adalah tubuh mudah memar dan perdarahan abnormal. Mudah memar dan terluka terjadi karena menurunnya fungsi hati untuk membekukan darah ketika terjadi luka atau cedera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BOLDSKY
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mengatasi Overthingking

4 Cara Mengatasi Overthingking

Health
8 Cara Menghilangkan Mata Ikan secara Alami dan dengan Bantuan Obat

8 Cara Menghilangkan Mata Ikan secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Health
Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.